Asta Tinggi: Komplek Makam Raja-raja Sumenep

Setelah acara Baantaran pada hari Minggu (2 November), besoknya (Senin, 3 November), kami membawa keluarga besan untuk jalan-jalan keliling Madura. Tujuan kami kali ini adalah Asta Tinggi, komplek makam raja-raja Sumenep.

Teletak di Kabupaten Sumenep, di sebuah bukit, Asta Tinggi memang diperuntukkan sebagai komplek makam bagi Raja-raha dan keturunannya. Jadi yang dimakamkan di Asta Tinggi ini adalah orang-orang yang memiliki sertifikat sebagai keturunan Raja-raja Sumenep.


Gerbang Asta Tinggi

Asta Tinggi (asta=makam,peristirahatan), terdiri dari tiga komplek makam. Yang pertama adalah komplek makam bawah, yaitu komplek makam yang diperuntukkan sebagai makam para Raden rendahan. Orang-orang yang “hanya” memiliki gelar “Raden” tanpa embel-embel lainnya, berhak dimakamkan di sini.

Yang Kedua adalah komplek makam luar, untuk Raden menengah, -aku gak tau Raden apaan-, yang jelas mereka bukan keturunan langsung dari raja Sumenep.

Makam luar

Aku gak tahu kenapa, sepertinya komplek makam ini adalah makam tua yang gak terurus. Apa karena sudah gak ada lagi yang berhak di makamkan di sini, ya?

Dan yang terakhir adalah komplek makam dalam, tempat keturunan langsung raja dimakamkan.

makam dalam

Yang berhak dimakamkan di sini adalah keturunan langsung dari Raja-raja Sumenep. Biasanya gelar mereka adalah Raden Panji, Raden Bagus, dan Raden Aju (Raden Ayu, di Sumenep gak ada gelar Raden Ajeng, adanya Raden Aju yang dibaca Dinaju).

Banyak yang bisa kita pelajari di Asta Tinggi ini, misalnya sejarah Raja-raja Sumenep. Karena di komplek makam ini terdapat makam Raja Sumenep yang terkenal yaitu Pangeran Jimad, Bindara Saod, dan Pangeran Panji Pulang Jiwa. (Untuk yang terakhir disebut, udah bikin aku kesel! tar deh aku ceritain.)

kubah p jimad
kubah bindara saod
kubah p panji pulang jiwa

Pangeran Panji Pulang Jiwa bikin kesel? Iya!
Ceritanya gini, ada mitos di Sumenep yang mengatakan apabila kita memotret kuburan di komplek makam tersebut, kamera atau hasilnya akan rusak. Aku gak percaya!

Bunda juga pernah bilang, sih. Bahwa beliau dulu pernah memotret bagian dalam makam, tapi dengan kamera analog. Hasilnya terbakar semua. Aku gak percaya!

Dan kemarin, aku dengan pedenya memotret semua makam di dalam (yang nisannya dibungkus kain merah itu loh). Dan ketika sampe ke Kubah Pangeran Panji Pulang Jiwa, baterai kameraku habis (aku pakai kamera digital). Kameraku hang setelah aku memotret makam sang Pangeran. (>_<)

PPanjiPulangJiwa

Kebayang gak keselnya aku? Bete banget!

Langsung saja aku keluarkan MMC dari kamdig ku, sapa yang tahu apa yang bakal terjadi sama memori di dalamnya?

Dan aku lanjut motret pemandangan lain make kamera di hape. Bodo amat kalo hapeku rusak. Beli lagi aja. Yang jelas aku gak bakalan melewatkan kesempatan emas ini. Kapan lagi aku bisa datang ke Asta Tinggi n motret-motret?

Tahu gak? setelah turun dari komplek Asta Tinggi, kamdig ku kembali normal. (@_@)
Percaya, gak?

About these ads

18 Balasan ke Asta Tinggi: Komplek Makam Raja-raja Sumenep

  1. aji prarismawan mengatakan:

    Wah….pecinta heritage juga ya. Mungkin kalo di Yogya mirip dengan Komplek Pemakaman Raja-raja di Imogiri, Bantul. Pernah membandingkan dengan komplek pemakaman raja-raja di tempat lain ga? Barangkali ada yang khas.Salut untuk liputan-liputannya. Salam kenal dari rasanrasan.

    Yeptirani:
    Salam kenal juga.. :)
    Aku sih belum pernah ke komplek makam raja lainnya, eh pernah dink, di YK, tapi di sana terawat dan mewah kesannya, secara di sana masih ada kerajaannya. Kalo di Sumenep udah gak terlalu terawat, cuma jadi cagar budaya aja. Begitulah… :)

  2. areep mengatakan:

    wahh bagus juga infonya……
    jadi pengen kesana, harusnya diterangkan juga rute2 kesana biar yang lain kalo minta mau kesana bisa jadi pegangan n g nyasar gt

    Yeptirani:
    Rute ya? boleh jg tuh idenya ^_^
    Doain sempat posting ya… (:p)

  3. CACANAWE mengatakan:

    Oooo..
    Gtu ya. Bru tau. Kapan2 aku juga mau ah wartawan tanpa gaji meliput info2 daerahku. Tq idenya. Salm knal ya maakk

    Yeptirani:
    Haiz, aku dipanggil maakk… emangnya aku emak-emak? (T_T)

    Tapi, tetep, salam kenal juga (^_^)

  4. Syariful Anwar mengatakan:

    nah, kalo yang PPJ itu emang pernah juga aku mengalaminya… :D

    satu roll film kebakar semua fotonya. gak percaya pada awalnya. tapi setelah selidik punya selidik, memang di situ ada semacam medan foton yang bisa mengganggu secara elektrik. tapi gak tau kalo camdig juga bisa terpengaruh… apalagi batrenya.. hehehe…

    Yeptirani:
    Mestinya Mas Wawank ngomong kayak gitu tuh ke Bunda. Secara Bunda percaya banget kalau “ada apa-apa” (^0^)

    Kamdig? tau deh.. kali aja emang hang karena batrenya abis.. Tapi kan kalo cuma gitu jadi gak keren. Didramatisir dikit gakpapa kan? (*hehe*)

  5. ALDY BACHTIYAR mengatakan:

    Eyang Panji Polang Jiwo, sgt berarti boeat sy yg mn baroe sy ketemoekan makam beliaoe. Beliaoe adalah slh seorang yg boeka hoetan kota Malang jatim.Stlh hoetan tsb sdh moelai berpenghoeni dg diwakilkan kpd moerid beliaoe yg bernama Ki ageng gribig dg 3 santrinya bernama mbah soergo soergi slamet. Akhirnya beliaoe melanjoetkan toegas yg beloem terselesaikan oentoek ke Soemenep sbg Boepati pertama.Beliaoe adalah sosok yg poenya hoeboengan khoesoes dg Batoe ampar terotama dg Eyang Syekh Hoesen jg dg Eyang Boejoek Naringgit yg makamnya ada di Madegen sampang yg bersebelahan dg makam Ratoe iboe.Boeyoet Biaten lah yg telah melepas gelar ke bangsawanannya dg meninggalkan ranah madoera menoejoe satoe daerah di pinggiran kediri tepatnya di kandangan.Sampai skrg makam beliaoe msh srg sy koenjoengi sbg pengingat bahwa beliaoelah yg sbg awal adanya Boenda n nenek kakekkoe.Coekoep sekian aja sejarah yg sy tahoe ttg beliaoe yg sampai skrg jd rahasia sy n keloearga.Wassalam.

    Yeptirani:
    Subhanallah… ternyata ada anak cucu Pangeran Panji Pulang Jiwa di sini… Salam kenal, ya.. (^_^)

  6. achmad mengatakan:

    Percaya gak percaya itulah kenyataannya. Emang dibalik alam nyata ada dunia lain yang penuh kegaiban. Subhanallah

  7. PETRUK mengatakan:

    Sebagai pecinta teknologi, aku jg salut dan takjubb dengan semangat eyang zaman dahulu kalla.. kita tinggal melanjutken saja, tanpa harus kita korupsi perjuangan nenek kakek moyang kita…

    Yeptirani:
    bener sih.. tinggal ngelanjutin.. :thumbsup:

  8. ayiek mengatakan:

    ech bak,,,,seharusnya sampean itu ngehargain peratuarn yang udh di tentuin ma penjaga komplek itu,,,,,dmn man yank namax makan itu ya krmat apalgi ini asta para raja sumenep…..cz qw grasaen itu,,karna qw sering dsna cz qw ank sumenep

    Yeptirani:
    santai aja lah.. waktu kecilku aku habiskan di Asta Tinggi kok :p

  9. ariherdi mengatakan:

    Peraturan untuk dilanggar ya mbak? hehehehe..
    tapi aku percaya kok, karena aku dulu juga pernah mengalami hal yang seperti itu

  10. biru langit mengatakan:

    ehem menarik benar ini

  11. biru langit mengatakan:

    tapi yang aku tahu beliau ” PANGERAN PANJI PULANG JIWA ” Adalah leluhur kami berdasarkan daftar silsilah keluarga yg telah ditulis turun temurun : bg saya memaknai sebuah garis keturunan bukanlah hal yg harus dibangga2kan hanya sbg kaca benggala menuju kehidupan kedepan ,kita harus lbh baik menapak jalan yg benar2 diridhoi oleh yg ESA “Sungkem selalu eyang , kami ingin mengadopsi kedekatan yg engkau miliki ,bukan buah dr kedekatan itu yg kami ingini “

  12. alin mengatakan:

    Aq dah ke sana, ke makam buyutqu….
    Indahnya….
    terima kasih ya

  13. maaf sebelumnya mengatakan:

    “Yang berhak dimakamkan di sini adalah keturunan langsung dari Raja-raja Sumenep. Biasanya gelar mereka adalah Raden Panji, Raden Bagus, dan Raden Aju (Raden Ayu, di Sumenep gak ada gelar Raden Ajeng, adanya Raden Aju yang dibaca Dinaju)”

    jgn asal posting klu anda tidak mengetahui yang sebenarnya…

    Yeptirani:
    Oh, salah ya? kalo gitu, dulu guru bahasa dan budaya Madura-ku salah ngasih pelajaran donk?

  14. maaf sebelumnya mengatakan:

    pada kenyataannya di sumenep ada buanyak org yang menyandang gelar tu…

    Yeptirani:
    Well, itu artinya kenyataan dan teori berbeda ^_^
    aku sih yakin aku gak salah coz guru bahasa Maduraku yang ngasih tau, kalo emang salah… maaf deh ^_^

  15. ary prayogo mengatakan:

    salam kenal ya mbak yeptirani..kebetulan sy jg pecinta haretage..kapn dtg ke sumenep lagi???mbak org mn? di sumenep masih banyak tmpt bersejarah lg loh???blm lg di madura keseluruhan..trims ary prayogo. fb.. ansori_jibril@yahoo.com

  16. Otang K. mengatakan:

    Alhamdulilah dengan munculnya blog ini saya sedikitnya telah mengenal sejarah di negeri ini

  17. Raden Hidayat mengatakan:

    Trima Kasih telah mengenalkan salah satu peninggalan yang menjadi kebanggaan sumenep,….

  18. Cucu R. Prawiro Atmadja II mengatakan:

    “kami ingin mengadopsi kedekatan yg Beliau miliki ,bukan buah dr kedekatan itu yg kami ingini“

    setuju banget dengan quote tersebut.. Alhamdulillah keluarga saya masih menyimpan silsilah dari keturunan Bindara Saod, ada perasaan senang bisa mengetahui siapakah leluhur kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.783 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: