Sekeping Pikiran, Semangkuk Gagasan.

Tidak terasa, sudah lewat setengah tahun sejak pertama kali aku membingkai kata-kataku di Blog ini. Tapi, sejak awal hingga sekarang, aku hanya berkata “Hai” bagi pengunjung yang datang ke Blogku tanpa menjelaskan apa arti judul Blogku.

Bermula dari pertanyaan seorang teman yang setelah aku bujuk akhirnya mau juga datang ke Blogku🙂 “Apa sih artinya ‘Sekeping Pikiran, Semangkuk Gagasan’?.” Jujur saja, saat dia bertanya seperti itu, aku perlu beberapa menit untuk mengingat, “Kenapa, ya?.” Payah memang, tapi aku benar-benar lupa..🙂

Saat aku ingat, aku jadi tertawa sendiri. Betapa ternyata alasannya sangat sederhana : Aku masih membayangkan betapa nikmatnya sereal coklat yang aku makan untuk sarapan pagi harinya.

Sereal Cokelat

Aku ingat, alasan aku membuat sebuah blog lain selain yang sudah ada di akun friendsterku adalah karena aku termotivasi oleh postingan Bang Romi di milis SMA TN yang isinya kira-kira : “dari pada bengong, mending bikin blog.” Di situ Bang Romi menjelaskan bagaimana membuat blog, apa saja isinya, bagaimana mendesainnya, dan lain-lain.

Setelah membaca artikel di situs Bang Romi itulah akhirnya aku langsung membuat keputusan untuk membuat Blog. Karena saat itu Bang Romi mencontohkan WordPress sebagai domain blog, akhirnya akupun membuka akun di WordPress dan mulai menulis isi Blogku.

Dan saat aku memulai mendesain Blog ini, aku kebingungan memikirkan judulnya. Judul apa yang kira-kira sederhana, gampang diingat, namun tidak “pasaran”?.

Entahlah, saat itu kira-kira pukul 10 pagi, di kantor, dan aku merasa lapar lagi Padahal pagi harinya aku sempatkan makan sereal cokelat sebelum berangkat ke kantor. Dengan membayangkan nikmatnya rasa sereal cokelat yang tadi pagi aku konsumsi, aku menulis kalimat yang tadinya merupakan judul Blog ini. Ya, “Sekeping Pikiran, Semangkuk Gagasan” tadinya adalah judul Blog ini. Tapi akhirnya aku ganti menjadi deskripsi blog karena menurutku kalimat itu lebih cocok menjadi deskripsi alih-alih judul.

Yah, akhirnya posting pertamaku di Blog ini pun, masih sambil membayangkan sereal cokelat.🙂 Bahkan saat ini pun, yang kubayangkan adalah semangkuk sereal cokelat dengan kepingan-kepingan cokelatnya yang nikmat..

Oke, sekarang mulai serius.. (ha?).. Sekeping Pikiran, Semangkuk Gagasan berarti sama dengan sekeping sereal cokelat yang jika dikumpulkan dalam mangkuk, akan menciptakan semangkuk sereal cokelat yang nikmat. Sekeping sereal cokelat itu enak, tapi jika sereal itu dituang ke dalam mangkuk, dan dituang susu tawar di atasnya, sereal cokelat itu akan jadi semakin enak, dan bisa jadi sarapan sehat.

Demikian juga blog ini, sekeping pikiran yang ku hasilkan akan lebih bermakna lagi apabila aku mnuangkannya ke dalam mangkuk dan menjadikannya semangkuk gagasan..

Selamat makan..

——

N.B.

Alhamdulillah, aku juga membuka satu blog yang InsyaAllah isinya adalah terjemahan dalam bahasa Inggris dari semua ulasan yang aku posting di sini. Ini blognya. Tujuannya, supaya saudara-saudara kita yang tidak berbahasa Indonesia juga dapat membaca buah pikiranku. Mohon doanya ya, semoga blogku yang satu lagi itu juga ramai. Terima kasih.🙂

2 Balasan ke Sekeping Pikiran, Semangkuk Gagasan.

  1. Didik Wicaksono mengatakan:

    Yang penting konsisten aja, kak, dalam menulis bilingual blog🙂
    Dan jangan lupa mampir dan memberi komentar di tetangga-tetangga lain🙂

  2. Yeptirani Syari mengatakan:

    iya nih.. kesulitan terbesar itu emang translet dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggeris atau kalo idenya dalam bahasa Inggeris, terjemah ke Bahasa Indonesia juga ternyata gak mudah😀

    ngasih komen ya? iya nih.. suka mejeng ke blog tetangga tapi jarang say hi :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: