Berdamai dengan Rasa Sakit

Gila!!… Mungkin itu yang ada di pikiran kita waktu dengar kalimat di atas. Berdamai dengan rasa sakit? gak mungkin banget!!!..

Tapi ternyata, kadang kita memang harus berdamai dengan rasa sakit agar mendapatkan sesuatu yang lebih baik kala sakit itu selesai.

Hari ini aku mulai berdamai dengan rasa sakitku.

Setelah beberapa hari yang lalu aku minta surat rujukan dari Klinik IDI, (untuk memakai kartu Askesku, aku harus mendapat surat rujukan), akhirnya baru hari ini aku sempat berangkat ke rumah sakit untuk mencabut kuku kakiku yang beberapa hari ini pecah.

Semua kesalahanku kok. Siapa suruh nyetir gak hati-hati n akhirnya jatuh. bagian kaki lainnya lecet-lecet sedikit, tapi kuku jempol kaki kananku pecah. Selama beberapa hari aku menahan sakitnya jempol kaki kananku. Harusnya aku segera ke rumah sakit, dan minta dokter bedah untuk mengoperasi kuku jari kakiku, tapi aku terlalu takut dengan jarum suntik. Padahal untuk bisa dioperasi, aku mesti dibius.

Hari ini, dengan segenap tekad, aku berangkat.

Sampai di ruangan dokter, aku bercerita kenapa aku di sana. Dokter pun memeriksa jari kakiku.

“Wah, ini memang harus dicabut, Mbak!.” Kata Pak Dokter.

“Yasudah, Dok. Kalau memang harus dicabut ya cabut aja!.” Jawabku.

“Oke, kita adakan operasi kecilnya, ya.” Lanjut Sang Dokter, “Tapi saya harus menyuntik jempol Mbak. Dan itu sakit sekali. Sebab jaringan di sana adalah jaringan sempit.”

“Apa yang baik sajalah, Dok.” Jawabku. Padahal aku sendiri ragu-ragu.

Yang diucapkan Sang Dokter memang benar adanya. Suntikannya sakiiiiiiiiittttttttttttt sekali!!!. Aku hampir gak kuat dan narik kakiku. Kalau saja akal sehatku gak berjalan dengan baik, sudah pasti kutarik kakiku, dan kejadiannya tidak akan sesederhana ini. Tapi aku harus berdamai dengan rasa sakit itu.

Aku diam, sedikit berteriak dan sedikit mengeluh : “Sakit, Dokter!.”🙂

Gak sampai seperempat jam, operasi selesai. Ibu Perawat di ruang itu membungkus jempolku dengan perban. Gak terlalu rapi sih, tapi biarlah. Dua hari lagi aku harus kembali dan mengganti perban.

Awalnya, karena efek suntikan bius, jempolku gak terasa sakit. Tapi sekarang, duuuhhh… jangan dibayangin deh, sakit banget!!. Rasanya “nyut-nyutan” gitu.

Tapi sekali lagi, aku harus berdamai dengan rasa sakit ini. Karena tanpa rasa sakit, mana mungkin aku sembuh?. Karena kasus kuku kakiku memang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan dicabut kukunya.

Saat ini, yang dapat kulakukan hanyalah sabar dan berdoa pada Tuhan. Biarkan waktu dan obat dari Dokter yang menyembuhkan lukaku. Hahahaha…

Jempolku

Sengaja gak di close-up, takut kalau-kalau ada pengunjung yang “gak kuat”😀

Doakan cepat sembuh, ya!!.. Terima kasih..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: