Hiii… Gak Mau Jadi Anak Setan!!!


Hari Sabtu yang lalu, seperti biasa, aku menonton acara Tafsir Al-Misbah di Metro TV yang dipandu oleh Bapak Quraish Shihab (dengan Inneke sebagai pembawa acaranya, kadang Astri Ivo). Tafsir Al-Misbah tahun ini membahas surat An-Nisaa.

Pada episode hari Sabtu kemarin, ada pembahasan tentang Dzikir. Pak Quraish Shihab bercerita bahwa di jaman dahulu ada orang muslim yang sudah lama tidak punya anak. Lalu orang ini bernazar, kalau dia dikaruniai anak, maka dia akan bersedekah pada anak setan.

Akhirnya orang ini pun dikaruniai anak, namun dia belum membayar nazarnya. Karena tidak juga membayar nazar, setan pun datang ke mimpinya.

Setan berkata:
“Hei, orang muslim. Kamu sudah bernazar untuk bersedekah pada anakku jika kamu dikaruniai anak. Sekarang kamu sudah dikaruniai anak. Mana janjimu?.”

Orang itu menjawab:
“Iya, setan. Aku tahu. Tapi aku bingung, aku harus bersedekah pada siapa?. Aku kan tidak tahu siapa anakmu?.”

Setan pun berkata:
“Sebenarnya gampang, kok!. Karena aku punya tiga anak.
Pertama, jika kamu bertemu dengan anak yang durhaka pada orang tuanya, dialah anak pertamaku.
Kedua, jika kamu bertemu dengan orang yang suka menipu orang lain di pasar, dia anak keduaku.
“Dan ketiga, jika kamu bertemu dengan orang yang tidak berdzikir setelah shalat. Dia anak bungsuku.”

Cerita Pak Quraish benar-benar membuatku terhenyak. Aku kadang malas berdzikir setelah shalat. Artinya aku tanpa sengaja telah menjadi anak bungsu setan?.

Padahal, kata Pak Quraish, Allah telah meringankan hamba-Nya. Jika tidak mampu berdzikir dengan duduk, berdzikirlah dengan berdiri atau tidur. Jika tidak bisa berdzikir dengan panjang, cukup berdzikir dengan tiga kali “Subhanallah“, cukup.

Saat itu aku mulai berjanji pada diriku. Aku tidak mau jadi anak setan. Baik yang pertama, kedua, maupun yang bungsu!.

6 Balasan ke Hiii… Gak Mau Jadi Anak Setan!!!

  1. aRfian mengatakan:

    saya ga mau jadi sodara kakak ah
    wkwkwkwkwk

    kayaknya ada lagi deh cerita tentang orang yang kalau habis shalat langsung kabur, ga pake dzikir ato doa dulu… cuma lupa gimana ceritanya😛

  2. Yeptirani mengatakan:

    Yee.. kakak kan gak mau jadi anak setan. Kalo kamu gak mau jadi sodara kakak..
    artinya kamu gak mau “gak mau jadi anak setan” :p

  3. grubik mengatakan:

    yang keempat ika kamu bertemu dengan orang yang tidak berdzikir setelah shalat. terus keluar duluan dan maling sendal, ….. itu apanya setan ya???

  4. arie mengatakan:

    1. Laa tho’ata li makhluuqin fii ma’shiyatil kholiq..tidak ada ketaatan kepada satu makhluk pun dlm bermaksiat kpd Alloh.
    2. Nadzar hukum asalnya adl makruh,tp menunaikan nadzar wajib hukumnya, tp ada syaratnya lho yaitu tdk dlm rangka maksiat kpd Alloh.
    3.Aku ngga tau apa riwayat di atas shohih atau lemah, tp kalopun shohih maka tdk boleh u menunaikan nadzar tsb krn menyalahi qoidah no. 1.
    4.Aku ngga setuju kalo kita dikatakan anak setan krn Adamlah nenek moyang kita, mungkin tepatnya temen setan, seperti dlm surat An Naas : setan itu bisa dr kalangan jin atau manusia.
    Jazaakillahu khoir

  5. BabaliciouS mengatakan:

    Aku jelas2 anak manusia, tapi …
    kok aku kera?
    Trus setan itu siapa lagi kalo bukan manusia dan anak2nya?
    Ah syukurlah aku seorang kera,
    meskipun terlahir dari
    rahim seorang manusia.

  6. Yeptirani mengatakan:

    @ Kak Gubrik : Wah, kalo itu aku gtw.. Nenek moyang setan kali? :p

    @ Kak Arie : Wah, Ustadz udah ngomong.. Thankyou Ustadz, betewe, aku sendiri cerita ini berdasar hadits atau nggak, jadi gtw shahih atau nggaknya :p aku cuma denger Pak Quraish cerita doank kok..🙂

    @ Kaka Baba : Cuma bisa bilang satu kalimat, “Bukan salah bunda mengandung.”😀
    Tapi kera atau manusia, selama punya akal dan bisa menggunakan akalnya, dia makhluk mulia kok.. ya gak?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: