Asta Tinggi, Bagian II

Makasih buat Areep yang udah ngusulin ke aku supaya aku bikin rute menuju Asta Tinggi. Walaupun aku gak yakin, apa aku bisa bikin rute yang di maksud. Sebab, aku sangat parah kalau sudah bicara tentang navigasi. (Jangan nanya mana barat mana timur sama aku, aku gak bakalan tahu! ^0^)

Kita mulai dari yang paling gampang aja, ya…

Untuk menuju ke Asta Tingi, setelah kita sampai di pintu gerbang perbatasan Kota Sumenep, sebenarnya cuma ada 3 belokan saja. Belok kiri, belok kiri, dan belok kanan. Sungguhan, loh! ^_^


Begitu sampai di gerbang Kota, kita tinggal ikuti saja jalan utama, luruuuuusss terus sampai menuju Tugu di tengah kota. (Pokoknya, kalau sudah lihat tugu itu, artinya kita ada di tengah kota, orang Sumenep sendiri menyebut bundaran di tugu itu dengan sebutan “Kota”).

Lalu kita belok kiri, teruuuuss jangan hiraukan persimpangan, sehingga kita akan menemukan jalan dimana memang mengharuskan kita untuk belok kiri. ^_^ Kenapa gitu? ya karena sebenarnya ini jalan lurus yang berbelok. Aduh, gimana ya? Yah, jalan lurus yang berbelok,lah! ^0^

Kita akan menyeberangi Jembatan Kebonagung di atas Sungai Kebonagung.

Nah, kalau sudah sampai jembatan itu, artinya tinggal selangkah lagi ke Asta Tinggi. Kita tinggal melihat rambu-rambu saja. Di sana ada petunjuk belok kanan menuju Asta Tinggi.

Jalan menuju Asta Tinggi sangat curam. Jadi, untuk yang tidak pandai mengemudi, berhati-hatilah!. Namanya juga Asta Tinggi, makam yang tinggi.

Di luar kawasan Asta Tinggi, bukan hanya makam raja-raja yang bisa jadi pemandangan. Di sana ada juga sebuah gua yang terdiri dari batu kapur, yang tembusannya tuh ada di tepi Sungai Kebonagung.

Namanya Gua Jeruk.
gua jeruk

Waktu aku kecil, aku sering masuk gua ini, terus munculnya di tepian Sungai Kebonagung, terus lanjut pulang ke rumah. Kalau masuk gua dari Asta Tinggi dan muncul di Kebonagung, gak terlalu capek, tapi kalau kebalikannya, sangat melelahkan. Secara kontur dalam gua kan menanjak dan curam.

gua jeruk2

Tapi sekarang, Gua Jeruk sudah tidak terawat lagi. Gak tahu kenapa gua ini kok gak dijadiin obyek wisata. Padahal, waktu kecil dulu, aku suka sekali menjelajahi gua ini. Berasa jadi Indiana Jones, loh. (Dulu kan aku habis nonton film Indiana Jones waktu masuk gua ini. Berasa berpetualang gitu).

gua jeruk3

Sedih sih, melihat gua ini jadi tempat sampah penduduk sekitar. Kalau sudah banyak sampah yang numpuk kayak gitu, siapa juga yang tega masuk gua ini?. T_T

Semoga aja deh, Pemda Sumenep bisa memperhatikan gua ini. Gua Jeruk ini potensi wisata buat Kota Sumenep, loh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: