Anugerah Terindah dari Tuhan

Malam itu, 29 Oktober 2010, dini hari. Usia kandunganku sudah lebih dari 40 minggu. Tepatnya 40 minggu 3 hari. Aku baru merasakan kontraksi. Sakit! Sampai-sampai aku tidak bisa tidur dalam keadaan berbaring. Ya, aku tidur duduk.

Pagi harinya, aku mengajak suamiku untuk memeriksakan kandunganku ke bidan. Bidan Hj. S. Tarigan. Rencananya aku melahirkan di sana.

Bidan jaga pagi itu memeriksa kandunganku. Bukaan 1, tapi masih tebal. Aku pun disuruh pulang, nanti jika sakit kontraksinya bertambah, silakan kembali.


Rasanya tidak sabar menunggu kontraksi bertambah sering. Dan ketika malam tiba, aku merasakan kontraksi dengan durasi 1 menit dan jeda 5 menit. Aku pun memeriksakan diri ke bidan.

Mereka menganjurkan aku menginap. Namun, hingga pagi tiba, kontraksiku tetap satu menit dengan durasi lima menit. Bidan Tarigan menyuruh kami memeriksakan kandunganku ke dokter kandungan. Karena kasusku adalah kasus khusus. Bayi lebih bulan, namun belum kontraksi. Ditambah lagi denga riwayat plasenta sudah mulai mengapur saat diperiksa obgyn pada tanggal 26 yang lalu saat usia kandungan tepat 40 minggu.

Suamiku menelepon dokter kandunganku, dokter Ridha Qadar, Sp.OG. Beliau baru bisa memeriksaku setelah operasi. Akhirnya kami mencari obgyn lain.

Obgyn pertama yang kami datangi berkata bahwa aku harus menjalani seksio sesar. Syok! Itu yang kami rasakan. Aku sangat memimpikan melahirkan normal, didampingi suamiku, dan memberi anakku inisiasi menyusu dini. Kok tiba-tiba tanpa aba-aba disuruh sesar?😦

Kami pun mencari opini kedua. Obgyn kedua yang kami datangi berkata bahwa kandunganku bisa menunggu hingga tanggal 2 November. Wow! Bagaimana dengan riwayat plasenta bayiku yang sudah mulai mengapur?

Ketika obgynku sudah bisa dihubungi, kami pun mengunjungi beliau. Beliau pun sebenarnya mendiagnosa bahwa aku harus menjalani seksio sesar, namun obgynku tetap mengajukan opsi lain, induksi. Namun, beliau berkata, kami harus berpacu dengan waktu, bukaan duluan, atau bayi keracunan duluan!

Kami tidak ingin mengambil risiko yang lebih besar. Kami memutuskan untuk mengambil langkah seksio sesar untuk melahirkan bayiku.

Malam itu, Sabtu, 30 Oktober 2010, pukul 22.00 WIB, aku masuk ruang operasi. Lima belas menit kemudian, aku dibius epidural dan pukul 22.25 WIB, bayiku lahir. Sepuluh menit kemudian, operasi selesai.

Ajaib. Mengingat sebelum masuk ruang operasi, ketika aku ada di meja persiapan operasi, keberanianku hilang tak berbekas. Kalau saja Tuhan tidak mengirimkan malaikat-Nya yang berupa suamiku tercinta, aku mungkin tidak bisa melanjutkan misi melahirkan bayiku ini.Suamiku memegang tanganku dan tidak melepaskannya sampai aku masuk ruang operasi. Aku benar-benar merasakan cintanya yang besar saat itu.

Dan ketika aku melihat bayiku untuk pertama kali, aku benar-benar melihat anugerah terindah yang Tuhan berikan padaku. Zee.

Zee, 20 menit.

Zee digendong Nini

Bunda Zee baru keluar dari ruang operasi

2 Balasan ke Anugerah Terindah dari Tuhan

  1. Aditya Perdana mengatakan:

    wah, selamat… selamat…

    Yeptirani:
    Terima kasih banyak ^_^

  2. grosir baju mengatakan:

    alhamdulilah ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: