Pejuang ASI Eksklusif 6 Bulan

Bangga rasanya bergabung dengan ibu-ibu Indonesia lainnya untuk memperjuangkan agar bayi mendapat ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupannya. Ternyata jadi ibu ASIX itu tidak gampang!

Yang pertama jadi kendala adalah apabila kita hidup di lingkungan “kuno” yang “memegang teguh tradisi” sehingga pemberian ASIX 6 bulan dirasa menyalahi “tradisi” tadi. Yang kedua adalah apabila kita tidak bisa 24 jam menjaga dan mengawasi bayi kita sehinga kita harus menyerahkannya pada pola pengasuhan yang berbeda dengan pola pengasuhan kita.

Karena kendala-kendala itulah para ibu yang berusaha agar bayinya hanya mendapat ASI selama 6 bulan pertama hidupnya disebut Pejuang ASIX.

Aku akui, di awal kehidupan Zee, dia sudah “tercemar” susu formula. Itu semua karena ketidaktahuan, dan minimnya manajemen laktasiku. Menyesal, tapi sudah tak berguna, kan? Karena itu, setelah aku tahu manajemen laktasi yang benar, aku berjuang dari ketergantungan akan sufor. Saat Zee berusia 20 hari, dia benar-benar bebas dari susu formula dan kembali menjadi bayi ASIX! ^_^


Walapun perjuangan ASIX ini sulit, tapi bukan tidak mungkin! Apalagi sekarang ada sebuah kotak dingin yang namanya frizer, yang sangat membantu sekali dalam pemberian ASIP (ASI Perah) pada bayi. Belum lagi tas panas-dingin alias hot n cooler bag yang motifnya cantik-cantik untuk menunjang pemberian ASIX 6 bulan.

Sekarang, Zee sudah 5 bulan 2 minggu. Tepatnya 17 hari menuju MPASI (Rumahan). Dan Zee tetap hanya mendapatkan ASI.

Well, sangat tidak mudah. Terutama karena kita harus menutup telinga rapat-rapat dari segala macam “nasihat” apalagi saat Zee sakit.

Sekarang Zee sedang batuk pilek dan nafsu makan, eh.. minumnya menurun. Teman-teman senior menyarankan agar dia diberi air putih hangat.
“Gak papa, lagi, Syar. Kasih aja air putih, supaya dia gak kekurangan cairan”
“Loh, air putih kan gak ada gizinya?” padahal aku ingin mempertahankan ASIX Zee yang tinggal menghitung hari! Lagipula aku benar, kan? ketimbang ASI, apa gizi air putih?
“Ya, biar dia dapet cairan loh, kasih yang anget!”

Well, aku cuma tersenyum. Air putih hangat? ASI itu hangat loh, panas malah! Tadi pagi aku merasakan ASI yang menetes itu panas sekali. Mungkin ASI punya sistem pengatur suhu, kali, ya? Ketika Zee perlu minuman hangat, maka ASI menghangat, saat Zee perlu cairan panas, ASI pun jadi panas. (Beneran! belum pernah aku merasakan ASI-ku sepanas itu!).

Jadi? “nasihat” itu hanya aku balan dengan senyuman. Say no to air putih whatsoever! Hanya ASI untuk 6 bulan pertama hidupnya.

Hm… kondisi di PAUD Zee belum aku ceritakan, ya?
Zee aku sekolahkan di PAUD. Aku punya alasan khusus untuk itu. Dan di sana, hanya Zee yang merupakan bayi ASIX.

Tapi syukurlah, para guru di sana mendukung-mendukung saja, dalam artian, tidak mempersulit diriku dalam pemberian ASI eksklusif ini.

Tinggal 17 hari! Doakan supaya Zee lulus, ya.. ^_^

Terima kasih..

Satu Balasan ke Pejuang ASI Eksklusif 6 Bulan

  1. mia mengatakan:

    Mba.. Emang ada ya sekolah paud utk bayi?? Apa sj kegiatannya & bgmn mrka mengasuh bayi yg msh asix? Biayanya apa mahal mengingat bayi sgt butuh perhatian khusus?

    Yeptirani:
    hehehe.. ini sih penitipan gitu, mbak.. kegiatannya ya cuma maen2.. hahaha… murah kok. 400k sebulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: