Perjuangan Memberikan yang Terbaik: ASI Eksklusif 6 Bulan

Walau Zee sudah lama lulus ASI Eksklusif-nya, tapi biarkan aku cerita tentang perjuangan di belakangnya. (maksa :p)

Cerita ini bermula ketika sebulan setelah ulang tahun pernikahan kami, aku gak datang bulan lagi. Hehehe, akhirnya hamil juga.

Hamil anak pertama tuh harap-harap cemas, ya? Daftar do and don’t-nya bejibun, tapi semua dipilah-pilah sesuai kelompok “mitos” dan “fakta” hehehe. Alhamdulillah 40 minggu 4 hari aku lewati dengan baik dengan segala bumbu menariknya.

Merencanakan kelahiran Zee. Aku baca dari sebuah artikel di internet, bahwa ibu berhak merencanakan bagaimana dia melahirkan. Karena itu aku merencanakan melahirkan secara spontan, IMD, dan ASI eksklusif 6 bulan (waktu itu gak kebayang mau ngasih MPASI Rumahan :p).


Ternyata rencana tinggal rencana. Aku harus menjalani operasi sesar, sang dokter menolak IMD dengan alasan tertentu (bahasa halus untuk “alasan tak masuk akal”), dan saat masuk ke kamar, bayi dibawain sebotol susu formula. –Bersyukur masih rooming in-

Karena aku menjalani operasinya tengah malam, orang pada tidur, aku berkompromi dengan ibuku (aku masih tergeletak) agar gak ngasih bayiku susu formula itu.

“Bayi masih bisa bertahan 2 hari tanpa makan dan minum, kok, Bunda.” Kataku. (padahal mestinya, bisa bertahan 72 jam :p)

Ibuku ikut saja dengan kata-kataku. Prinsipnya: ini anak, anakmu ini!

Besoknya sang suster yang mandiin Zee bilang, “Kok susunya gak dikasih, bu? Nanti bayinya kuning. loh!”

Dengan pengetahuan minim, ditambah gak ada pendukung yang bilang, “itu gak benar!” akhirnya aku nyerah, aku biarkan Zee tercemar susu formula. Aku sedih sekali melihat mekoniumnya keluar karena susu formula, bukan karena ASI-ku.

Kebodohanku berlanjut. Dengan alasan aku gak bisa bangun tengah malam karena luka sesarku, ibuku aku ijinkan membuat susu formula di tengah malam.
Juga waktu aku mengalami puting pecah gara-gara salah pelekatan. (Terima kasih buat Ibu Hajoe Saptaria yang sudah mengajariku cara menyusui yang baik)

Sampai akhirnya aku mendapat pencerahan dari seorang teman: Nandia Nugrahani, yang mengenalkan aku dengan Milis Sehat. Aku pun bertekad bebas dari cengkraman susu formula.

Dan sejak umur 20 hari, Zee resmi bebas dari susu formula!

Walau Zee pernah tercemar susu formula, aku masih bisa bangga bilang bahwa Zee 100% ASI Eksklusif, kenapa? Karena perjuanganku mempertahankan agar Zee tetap mendapat ASI dan membayar kebodohanku yang lalu, itu mesti diperhitungkan, donk! (hehehe, maksa ya? :p)

Apalagi berjuang lepas dari susu formula, aku merasakan perjuangan lepas dari sufor itu lebih berat timbang berjuang tetap ngasih ASI!

Begitulah, produksi ASI-ku melimpah ruah (Alhamdulillah), walau banyak yang dibuang, lagi-lagi karena aku bodoh sekali.

Tapi siapa bilang setelah ini gampang? Hahaha… Aku aja gak nyangka, bahwa seminggu setelah Zee aku taruh di daycare dekat kantor, dia mengalami bingung puting. Mogok gak mau minum susu Danda selama Sabtu-Minggu! Aduh… Payudara bengkak, badan demam, Zee belum juga mau menyusu.. makin stres!

AKhirnya aku tarik semua dot Zee, aku rela bolak balik sejam sekali buat nyusuin Zee di daycare-nya. Memang itu tujuannya kenapa aku naruh Zee di daycare dekat kantor alih-alih di rumah sama babysitter.

Capek banget! Apalagi kalau di luar lagi hujan T_T
Tapi demi terusnya Zee dapet ASI, aku jalanin itu semua.

Juga pas tiba-tiba konsumsi ASI Zee naik drastis dari 3 botol @150ml jadi 4 botol @150ml. Jam 10 pagi pas sebelum aku mompa pagi, aku ditelepon guru Zee, “Nda, susu Zimam habis.”

Aaa,,,, Segera aku meluncur ke daycare-nya untuk menyusui Zee sekalian mompa untuk konsumsi siang. Pemandangan aneh buat sebagian besar orang di sana. Payudara kiri disusuin, payudara kanan diperah. Hahaha…

Tapi karena aku berprinsip: GAK ADA DANA UNTUK SUSU FORMULA! GAK ADA ASI BERARTI KELAPARAN! makanya aku semangat sekali untuk mompa sambil nyusuin.

Gara-gara peningkatan konsumsi ASIP itulah aku jadi kejar setoran. Tengah malem mompa, subuh mompa, magrib mompa. Pokoknya nyaris gak ada waktu selain untuk mompa. Sampai-sampai aku nyewa sepasang Medela Harmony untuk nemenin sepasang Pigeon Premium yang aku pakai untuk mompa. (Alhamdulillah si MedHar akhirnya bisa aku miliki sepenuhnya :p)

Walau saat itu aku punya asisten paruh waktu, tapi aku tidak mengijinkan dia untuk mencuci-steril semua perlengkapan ASI Zee. Jadi, semua botol dan pompa aku cuci sendiri tengah malam setelah Zee ngelepas empeng Dandanya (dia mentil, hikz..hikz..)<

Tengah malam nyuci pompa ASI? Apa gak capek?
Capek! Banget! Tapi ini demi Zee! Dia harus dapet ASI!

Bukannya gampangan ngasih sufor ya pas kerja?
Ember! Tapi aku gak mau jatuh di lubang yang sama untuk yang kedua kali! Aku tidak mau menyerah lagi pada sufor! Aku harus memberikan yang terbaik untuk Zee, menyampaikan titipan Allah SWT buat Zee.

Sampai akhirnya Zee berusia 6 bulan. Alhamdulillah, dia lulus ASI Eksklusif.

Semua ini aku lalui dengan bantuan dan dukungan banyak orang. Salah satunya adalah:

Ayah Zee, Zulkifli Malin Sutan! Walau awalnya Ayah seakan tak peduli sama susu Zee, (Sufor oke, ASI lebih bagus), tapi dukungan beliau sangat-sangat besar agar aku tetap memberi ASI untuk Zee. Termasuk saat beliau memutuskan agar aku tidak menggunakan alat KB hormonal karena khawatir ASI-ku akan berkurang ^_^

Ibuku, Sjari Juniarsih. Yang sejak awal mula sangat-sangat mendukungku dalam pengasuhan bayi yang sehat dan RUM.

Teman-teman di kantor. Yang mau mengerti saat aku “menguasai” toilet pas waktu pompa tiba, juga saat aku “menguasai” frizer dan kulkas kantor untuk menyimpan ASI Zee.

Milis Sehat. Yang telah membuka duniaku. Ini yang disebut Habis Gelap Terbitlah Terang.

Milis Asiforbaby. Yang telah membuka pikiranku agar tak cuma jadi pasien, tapi bisa juga jadi konselor ASI dadakan ^_^

Milis MPASIRumahan. Yang telah membantuku menyiapkan diri agar aku memberikan yang terbaik untuk Zimam: MPASI Rumahan. ^_^

Harapanku, dia akan lulus S2 ASI dan MPASI Rumahan dengan sukses sesukses dia lulus ASI Eksklusif! ^_^

Amiin…

Bayi ASI Eksklusif Sarjana ASI

7 Balasan ke Perjuangan Memberikan yang Terbaik: ASI Eksklusif 6 Bulan

  1. inamutmainnah mengatakan:

    mengharukan, penuh inspirasi. pengen bisa seperti mba nantinya…buat anakq EL…moga bisa ASI ekslusif juga, amin.
    baru mulai berjuang nih, doain y mba,,,,

    Yeptirani:
    iya, mbak.. semangat ya untuk lulus ASI eksklusif, lanjut sampai 2 tahun ^_^

  2. etha mengatakan:

    mbak…sharing tentang mpasirumahan untuk ibu pekerja lah…..thanks

    Yeptirani:
    beberapa sudah aku share kok mbak🙂
    di blog ini juga🙂

  3. wati mengatakan:

    aku pemain baru di dunia asi perah…krn cuma guru honorer, aku ga dpt cuti full, aku harus bisa ngajarin bayi berumur 2 minggu untuk asi perah…aku mau tanpa botol, biar ga bingung puting…TOLONG BANGET…aku minta bantuan/petunjuk gmn memulainya…aku ga tega banget…depresi banget…tolong ya mb yepti…

    Yeptirani:
    kalo tanpa botol, pake sendok aja gapapa…
    nah, mbaknya mesti lapang dada ya.. jangan sampe depresi tar asinya dikit..

    kalo sempet, silakan gabung di grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (di facebook) dan Tambah Asi Tambah Cinta (juga FB), kumpulan ibu2 menyusui di sana🙂

  4. iren mengatakan:

    hi mbak, salam kenal….
    bener2 inspiratif banget… aku juga punya putra kembar.. sudah berusaha semaksimal mungkin agar bisa 100% ASI eksklusif, tapi sayang sekali, produksi ASIku kadang gak cukup. jadinya tambah susu formula walau sedikit. sedih juga bayi2ku dapat susu formula…😦

    Yeptirani:
    Hai juga mbak Iren…
    selamat ya atas kelahiran putra kembarnya🙂

    Mbak tau dari mana kalo asinya dikit? secara payudara kan gak berjendela, ya?🙂
    sebenernya dari 1 ibu, dia bisa menyusui 6 bayi sekaligus loh, karena itu kalo cuma 2 bayi mah, pasti bisa, dan ini adalah masalah mindset🙂

    coba relaktasi, mbak.. pertama dengan menyingkirkan sufornya..
    mau dukungan? gabung aja dengan milis Asiforbaby, atau grup FB Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), atau grup Tambah ASI Tambah Cinta (TATC). Ada banyak ibu menyusui yang saling mendukung di sana🙂

  5. […] ADA ASI BERARTI KELAPARAN. So, gw harus makin semangad pumping. Ijin copy kalimat ganbatte-nya dari postingan ini […]

  6. ella mengatakan:

    Wahhhh.. Jadi pengen nangis…
    Menginspirasi bgt mbak, klo aqu dari aawal lahir smp mau kerja asi, tapi setelah aqu kerja, aqu smpt kasih sufor anakqu gak mau.. Perasaan merepotkan sekali, kejar setoran sehari harus ada min4btl untuk 8jam. Hari ini sedot untuk hari esok. Sempet terpikir untuk berhenti kerja, karna anakqu gak bisa ditinggal.
    Ternyata perasaan ini, dirasa oleh smua mom utk asi ekslusive. jadi harus tetep semangat ya untuk 3bln kedepan.. Bismillah doakan aqu utk tetep bisa berjuang ya mom. Aminnnnn

  7. Yeptirani mengatakan:

    Bunda Afa & Ifa… semoga bermanfaat ya🙂

    Mbak Ella…. Semangat mbak… Pemenang selalu yang melalui ujian paling berat ^_^
    Sukses ASI eksklusif lanjut sampai 2 tahun-nya ya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: