Pelajaran 1: Anemia Defisiensi Besi

Beruntung aku bergabung sama Milis Sehat, sehingga aku belajar banyak soal kesehatan anak dan bagaimana penanganan di rumah (home treatment/HT) saat anak sakit.
Salah satu hasil belajarku adalah Zat Besi pada Anak.

Alkisah, bayi ASIX (yang gak ngerti ASIX, ASIX itu istilah keren dari ASI eksklusif 6 bulan), rentan mengalami anemia defisiensi besi karena sejak usia 4 bulan, biasanya zat besi dalan ASI sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan zat besinya. Makanya, biasanya, dokter akan meresepkan suplemen zat besi dalam dosis pencegahan (dulu Zee dapet 2×0,3ml sangobion drops per hari) sampai si bayi dapat MPASI tinggi zat besi (daging merah di minggu kedua MPASI-nya).

Nah, kadang, seiring berjalannya waktu, si bayi ini gak menyerap zat besi dalam makanannya dengan baik sehingga dia mengalami anemia defisiensi besi, alias anemia karena kekurangan zat besi.

Makanya, pas anak berusia 12 bulan, sangat dianjurkan agar orang tua memeriksa keadaan zat besi anaknya yang istilah kerennya adalah: skreening zat besi.


Skreening zat besi dimulai dari mencari tau status Hb dalam darah anak, sekalian sama MCV dan MCH-nya. Semua itu bisa diketahuin lewat cek darah lengkap.

Juga cek morfologi darah tepi, untuk tau bentuk eritrosit dalam darah.

Selanjutnya, apabila Hb ternyata <11g/dL (normal Hb untuk anak <2tahun adalah 11g/dL), Maka, melalui jumlah eritrosit dan MCV, dihitung indeks mentzer (untuk menyingkirkan kemungkinan talasemia).

Dan selanjutnya di cek status Feritine, Serum Iron, TIBC, Retikulosit, dan RDW. Selengkapnya bisa dipelajari di sini.

Hasil skrining zat besi Zee menunjukkan dia Anemia Defisiensi Besi dan dia dapat suplemen zat besi untuk pengobatan (2x2ml sangobion drops per hari), sampai sebulan, dan bulan depan, dia akan diambil lagi darahnya untuk skrining ulang.

Aku cuma berharap semoga bulan depan, hasil cek darah lengkap Zee menunjukkan dia tidak lagi anemia. ^_^

4 Balasan ke Pelajaran 1: Anemia Defisiensi Besi

  1. nove mengatakan:

    kalau bole tau dsa d banjarmasin yg bagus dmna mba?

    Yeptirani:
    Waduh, diriku sekarang tinggal di Pangkalpinang, mbak.. maaf gak bisa bantu banyak ya.. T_T

  2. haiii…salam kenal yaa…:)

  3. Onny mengatakan:

    Dr. Ari yunanto Sp.A, IBCLC praktek di RS. Sari mulia..dokter senior..mantap bgt

  4. Miaw mengatakan:

    Salam kenal,
    Anakku juga skrg lagi menjalani terapy ,tapi efek sampingnya anak jadi sembelit, anak mba gmn? Sembelit kah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: