Perjuangan Memberikan yang Terbaik: MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula

Alhamdulillah, Zee sudah berusia setahun, sudah lulus S2 ASI 1 tahun dan MPASI Rumahan tanpa tambahan garam dan gula. ^_^

Mudah? Hahaha… sama sekali tidak!

Pertama, karena diriku itu tak pandai dan tak gapai memasak (ya ampun.. bahasanya itu luoh!!!), kalau mau masak, semangat yang muncul pertama adalah: MALES!!! hihihi… mikir gimana beresinnya itu loh.. Tapi entah kenapa, untuk Zimam, aku tiba-tiba jadi chef yang paling handal!^_^

Awalnya semua terjadi karena aku sangat suka online shopping. Alasannya untuk mendukung gerakan ASI eksklusifku. Dan perjalanan online shoppingku ini mengantarkan aku ke satu situs toko online yang menjual Munchkin Food Grinder. Di sana ada tulisan: “direkomendasikan oleh milis MPASI Rumahan” dengan tautan di sana.

Aku penasaran. Aku klik tautan itu. Dan aku langsung membaca arsip milis tentang “frozen food”


Sebelumnya aku berpikir untuk menyuapi Zee dengan bubur instan di toko, karena aku kan kerja, mana mungkin aku sanggup masak tiap pagi? Tapi setelah membaca artikel tentang frozed food itu, aku langsung semangat ngasih MPASI Rumahan tanpa tambahan garam dan gula untuk Zimam ^_^

Dan sejak saat itu, aku bertekad untuk memberi Zee MPASI Rumahan tanpa tambahan garam dan gula, sekalian untuk membayar kebodohanku karena telah menyerah pada sufor pada awal hidupnya dulu. T_T
Shoppingku kini adalah alat-alat pendukung MPASI Rumahan. ^_^

Tanggal 30 April 2011, Zimam tepat berusia 6 bulan. Lulus ASI eksklusif dia. Dan tanggal 1 Mei 2011, dia mulai makan untuk pertama kali.

Kok besoknya?

Hehe, soalnya tanggal 30 April itu kan hari Sabtu, Ayahnya Zee masih di luar kota, jadi nunggu besoknya supaya Ayahnya Zee bisa ikut nyuapin. :p

Menu pertamanya adalah bubur beras putih saring ditambah ASIP, porsinya 1 sendok teh bubur + 1 sendok makan ASIP.

Karena Dandanya Zee gak pernah masak bubur seumur hidup, bubur pertamanya gosong!!!! hehehe.. *tutup muka*
Alhasil, Zee harus nunggu sampe jam 12 siang untuk makan pertama kali, karena Danda mencoba bikin bubur lagi…

Setelah bubur mateng, masih harus disaring… Wow, nyaringnya sekuat tenaga dan sepenuh semangat, sambl dilihatin sama Zee yang ketawa-ketiwi lihat Dandanya nyaring bubur sambil melatih otot bisep :p

Sekitar jam 2 siang, bubur saring siap, dicampur 1sendok makan ASIP, dan disuapkan ke Zee.

Reaksi pertamanya adalah: mengernyit!
Kali dia bingung, ya? Ini susu kok ada kotorannya? huehehe…
Tapi alhamdulillah, Zee mau makan, besoknya juga, besoknya lagi juga..

Untuk makan Zee, aku ketat sekali menerapkan aturan 4 hari. Dan itu membuahkan hasil. Aku tahu bahwa Zee awalnya alergi kentang, dan sudah tidak lagi sekarang, dan Zee juga alergi gandum utuh.

Sepanjang perjalanan studi S2 ASI ini, banyak banget halangan dan tantangan yang aku hadapi, bahkan kalau aku lihat, tantangannya lebih berat ketimbang pas ASI eksklusif T_T
ASI eksklusif, hampir semua orang tahu, gak boleh makan apapun selain ASI. Tapi MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula? Bahkan dokter yang praktik di kantorku pun menyalahkan aku karena aku nerapin diet tanpa garam sama gula ke Zee saat Zee kena anemia. Padahal, orang pinter pasti tau, bahwa anemia gak ada – sama sekali gak ada – hubungannya sama garam dan gula! T_T

Selain itu, karena aku ketat sekali nerapin aturan 4 hari ke Zee, gak jarang aku melarang Zee makan ini atau itu. Bukan melarang sebenarnya, tapi menunda. Belum waktunya saja. Cuma kadang orang-orang pada gak sabar ngasih Zee makanan itu. Dan ketika aku larang => Ibunya Zee ketat banget ngatur makanannya! Gak bagus tuh! *doenk*
Sampai sekarang, tiap mau ngasih makanan ke Zimam, teman-teman selalu nanya dulu: sudah boleh makan ini? :p

Gerakan tutup mulut atau GTM, ini juga tantangan buat aku! Tiap aku nyodorin makanan, sambutannya adalah geleng-geleng, hempasan tangan, palingan muka… Sedih!
Mana aku gak bisa ngadu sama temen-temen pula, soalnya kalo aku ngadu sama temen-temen, nanti jawabannya: Makanya, kalau aku tuh anak dikasih garam makanannya T_T

Paling-paling aku ngadu ke teman-teman di milis MPASI Rumahan atau milis Sehat dan minta dukungan bahwa aku berada di jalur yang benar.

Asisten berhenti! Haduh! Setelah lebaran kemarin, asisten paruh waktuku pamit berhenti. Dan sampai sekarang aku belum dapat gantinya. Jadilah aku working mum tanpa asisten rumah tangga. Begitu sampai rumah, aku langsung ngelonin Zee, Zee tidur aku berubah jadi cinderella! Subuh bangun paling pagi, malam tidur paling larut. T_T

Capek! Ingin rasanya menyerah, terutama jika rasa males masak melanda! Tapi apa aku akhirnya menyerah pada bubur instan atau makanan instan? Nggak! Sama sekali tidak! Aku tetap bangun sebelum subuh untuk masak makanan Zee. Aku perbaiki manajemen waktuku, menyiapkan semua bahan makanan sebelum tidur, selarut apapun itu, sehingga saat subuh, tinggal cemplung-cemplung.

Aku juga bongkar-bongkar arsip di milis MPASI Rumahan supaya dapat resep sesederhana mungkin namun tetap sehat. Aku juga akhirnya putar otak, mengkreasikan resep sendiri sehingga 1 resep yang aku dapat dari milis bisa jadi beberapa resep di dapurku. Dan jika mungkin, untuk masakan seperti puding, aku bikin sekali untuk seminggu hehehe…

Pokoknya prinsipku: AKU GAK MAU BUANG-BUANG DUIT UNTUK MAKANAN BAYI INSTAN! GARAM DAN GULA JUGA DILARANG UNTUK BAYIKU! GAK MAKAN MAKANAN RUMAH ARTINYA PUASA!

Sampai akhirnya sekaranglah.. Zee sudah berusia setahun, sudah bisa minum susu UHT sehingga aku gak perlu kerja terlalu keras untuk memompa ASI. Juga sudah bisa makan makanan meja sehingga aku gak perlu masak dua kali (walau untuk Zee tetap tanpa garam dan gula). Semua itu tidak mudah, tapi bisa aku jalani. ^_^

Seiring lulusnya Zee pada studi S2 ASI-nya, banyak pihak yang telah mendukungku:

Ayah Zee, Zulkifli Malin Sutan, yang sangat sayang sama anaknya, sampai rela makan nasi bungkus saat Danda sedang kumat malesnya. Ayah dan Danda gak masalah makan nasi padang atau mi instan, asal Zimam makan masakan rumah. Juga sudah mengalah untuk tidak makan buah yang tinggal 1 di kulkas, karena itu punya Zimam. ^_^

Nini Zee, Sjari Juniarsih, dukungan dari jauh untuk Zee sudah sangat membantu, dan saat lebaran kemarin, Nini ikut menjaga Zee dari makanan-makanan yang belum boleh dimakan Zimam ^_^

Teman-teman di kantor, yang sudah mau mengerti, sehingga gak sembarangan nagsih makanan ke Zimam.

Guru-guru Zimam di sekolah, yang mau mengerti dan ikut membantuku menerapkan diet ASI dan MPASI Rumahan tanpa tambahan garam dan gula untuk Zimam.

Milis Sehat, yang terus mengawalku mengatur diet untuk Zee, juga terus mengajariku bagaimana jadi dokter dan ahli gizi untuk keluargaku. ^_^

Milis MPASIRumahan, yang arsipnya terus-terusan aku lahap, banyak banget resep menarik dan mudah di sana. ^_^

Milis Asiforbaby, yang tetap menjadi teman setiaku memberikan ASI sampai saat ini. ^_^

Semoga Zee tetap tumbuh sehat dan cerdas, serta bisa lulus ASI 2 tahun dengan gelar Doktor ASI hehehe… ^_^

Amiin…

Bayi MPASI Rumahan Magister ASI

6 Balasan ke Perjuangan Memberikan yang Terbaik: MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula

  1. lina mengatakan:

    Subhanallah.aku salut sama perjuangannya mba.aku lg bingung nih mba anaku dah 3minggu ini br mpasi (instan:-( ) soalnya aku bingung bikin makanan sendiri takut salah.tp akhir akhir ini anaku gak mw makan baik bubur susu atw biskuit,malah sampai mw muntah.gmn ya solusinya?

    Yeptirani:
    Mbak Lina, anak makan jangan dipaksa, ya.. kalo dipaksa keterusan sampe besar dia gak mau makan atau nganggap makan sebagai hal yang menakutkan..
    bayangin kalo anak kita malah bilang: mam..mam.. gimana perasaan kita? seneng toh? :p

    coba bikin sendiri makanan buat si kecil, mbak.. di blog ini ada kok beberapa panduan sederhana gimana bikin bubur si kecil :p

    dan oya, anak gak mau makan itu biasa…😛

  2. Nur Aini Faridah mengatakan:

    Mbak Yepti, gimana sih cara mendapatkan sertifikat lulus ASI? Saya kebetulan sudah lulus S1 ASI pd 18 September 2013 kemarin. terima kasih. Salam, Any

    Yeptirani:
    Unduh di web AIMI bu🙂

  3. […] Perjuangan memberikan yang terbaik: mpasi rumahan tanpa […]

  4. Edythe's homepage mengatakan:

    Edythe’s homepage

    Perjuangan Memberikan yang Terbaik: MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula | Catatan Harian Yeptirani

  5. Deawanty Erland mengatakan:

    Hay mba!! Menarik banget.. Sy jg bakal nerapin hal yg sama buat baby ku untuk makan tanpa gula dan garam…

    Mba.. Aku kan kerja,nah biar nenek baby ku yg jaga ga kesusahan.. Aku mending pk slow cooker kan ya?

  6. Yeptirani mengatakan:

    Dear Mbak Erland…

    Kalo ada dana silakan beli slow cooker, tapi gak wajib kok mbak… gunakan yang ada aja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: