Pelajaran 3: Impetigo

Edisi emak dan bapak baru yang masih harus terus belajar ^_^

Ya iyalah! namanya orang tua itu adalah murid sepanjang masa. Mana gak ada remedial test-nya pula, pass ya pass, fail ya fail T_T

Dan kali kami harus belajar tentang IMPETIGO.

Apa itu Impetigo?

Dari Mayoclinic

Impetigo (im-puh-TIE-go) is a highly contagious skin infection that mainly affects infants and children. Impetigo usually appears as red sores on the face, especially around a child’s nose and mouth. Although it commonly occurs when bacteria enter the skin through cuts or insect bites, it can also develop in skin that’s perfectly healthy.

Dari DermNet NZ

Impetigo is a bacterial skin infection. It is often called school sores because it most often affects children. It is quite contagious.

Dari Milissehat.web.id

Impetigo adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebabnya dapat satu atau kedua dari Stafilokokus aureus dan Streptokokus hemolitikus B grup A. Impetigo mengenai kulit bagian atas (epidermis superfisial).

Jadi, impetigo itu penyakit kulit yang biasanya kita sebut sebagai CACAR API/KORENG API atau CACAR MONYET. Ciri khasnya adalah luka yang seperti habis disundut rokok, mungkin itu sebabnya impetigo ini disebut Cacar Api, kali ya? Oya, impetigo ini dibagi jadi 2 jenis, yaitu impetigo bulosa dan impetigo krustosa. Aku gak tau persis apa bedanya, silakan baca sendiri saja, ya ^_^

Zee with Impetigo

Kelas dimulai sejak sekitar tanggal 13-14 Februari 2012, gak lama deh setelah hari ulang tahun Ayah, di mana kita keluar untuk makan malan bersama (^_^). Sudah biasa sebenarnya buat Zee, pulang sekolah dengan badan bocel-bocel karena digigit temannya, dicakar temannya, atau jatuh sendiri. Yah, namanya juga anak-anak🙂

Nah, saat itu Zee pulang dengan bocel di ujung alis kanannya. Seperti biasa, aku pun mengira itu dicakar temennya, atau dicakar tangan Zee sendiri. Seperti biasa juga, aku tidak melakukan apa-apa terhadap luka itu, betadine pun tidak karena biasanya gak sampai dua hari sudah sembuh.

Tapi luka ini tidak kunjung sembuh sampai 3-4 hari bahkan ada luka baru di sela-sela jari tangan (yang mana aku pikir bekas pegang setrika panas T_T), lalu lengan (dekat bekas BCG), dan lengan kanan di tengah. Saat itu aku pun mulai curiga, namun aku tidak berpikir itu adalah penyakit seserius impetigo.

Hari Senin berikutnya, saat Zee masuk sekolah, gurunya bilang ke aku, “Nda, kok kayak koreng api?”
Seketika aku diam, dan berpikir, “kok aku gak kepikiran itu, ya?”

Segera setelah sampai di kantor, aku langsung buka laptop dan online. Tujuan pertamaku bukan facebook atau e-mail (seperti biasa), tapi Om Gugel! Aku langsung mencari apa itu koreng api, apa bahasa medisnya. Dan aku menemukan kata IMPETIGO.

Begitu aku tau kalau Zee kena impetigo, pencarianku beralih ke milissehat, baik web maupun milisnya, mayoclinic, derm.net, dan dermnet nz.

Dari sana aku menemukan bahwa tata cara hometreatment atas Impetigo ialah:

  1. Rendam kain bersih di campuran setengah cangkir cuka putih dan 1 liter air, kompres area luka beberapa kali sehari, singkirkan kulit2 lunak di sekitarnya. Saat mandi, campur air mandi dengan cairan antiseptik, atau Air PK.
  2. Jika belum sembuh, beri antiseptik povidone iodine (betadine), atau krim hidrogen peroksida, atau chlorhexidine, atau lainnya. Berikan 2-3x sehari, tepat pada luka, ditotol, bukan diusap. Perhatikan luka-luka baru. Lanjutkan treatment sampai beberapa hari setelah luka sembuh.
  3. Jika antiseptik gak mempan, bawa anak ke dokter. Jangan lupa bekali diri tentang impetigo. Jika luka anak ngumpul jadi satu (tidak nyebar), sebaiknya atibiotik yang dipakai adalah antibiotik topikal (salep). Pastikan resep AB-nya tidak mengandung steroid.
  4. Jika luka menyebar, bisa dipertimbangan untuk memberi AB oral. Antibiotik yang dipakai adalah penisilin dan flucoxacilin. Berikan paling tidak untuk 7 hari (menurut resep dokter).
  5. Tutup bagian luka dengan kasa steril, dan pastikan bayi tidak menggaruknya.

Well, impetigo adalah infeksi bakteri, dia pertu antibiotik. Tapi, berdasarkan testimoni teman-teman di milis sehat, juga atas petunjuk DermNet NZ, maka aku putuskan untuk mengikuti tata cara HT untuk Impetigo, dimulai dengan pemberian antiseptik.

Aku akui, aku tidak terlalu sabar. Memberi kompres cuka? Aku langsung ke step 2 yaitu memberikan antiseptik. Dan aku salah memberikan, aku mengusap antiseptiknya dengan ujung jariku! Harusnya aku menotol-notol antiseptiknya dengan cotton buds! Tuh, kan.. FAIL!!!

Akhirnya, sampai hari Rabu, 22 Februari 2012, Zee tidak juga membaik. Gurunya berinisiatif memberi salep ikan suang yang akhirnya aku marahi habis-habisan. Kenapa? Karena salep itu gak ada kode BPOM-nya, artinya itu salep belum tentu aman walaupun keliatannya luka Zee langsung kering (katanya).

Hari Kamis, 23 Februari 2012, ada Pemilukada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, kantor libur, semua dokter praktik tutup, Ayah Zee sedang dinas luar ke Jakarta🙂
Jadilah aku baru bisa membawa Zee ke dokter spesialis kulit pada hari Jumat.

Kenapa DSKK, bukan DSA? karena DSA-nya lebih jauh timbang DSKK🙂

Di DSKK aku berdiskusi dengan sang dokter yang sudah RUM🙂
bernegosiasi agak tidak diresepkan obat yang tak perlu (seperti obat antigatal berbentuk puyer), dan AB yang cocok.

Sang dokterpun meresepkan Cefad (AB), Air PK, Salep antiseptik, dan Air kompres. Setelah pengobatan sekitar 1 minggu, Zee berangsur sembuh.

Well, kami bersyukur, ditengah cobaan yang menimpa, kami dapat mengambil pelajaran. Ini loh, impetigo, dan ini loh cara menanganinya.. ^_^

3 Balasan ke Pelajaran 3: Impetigo

  1. Tuti mengatakan:

    Thanks for sharing mbak Yepti🙂

  2. Riska mengatakan:

    Makasih sharing nya Mba, bayi ku kayaknya dulu kena impetigo ini deh, tapi karena ga tahu aku pikir kena tomcat😦 dan karena dikira kena serangga aku obatin pake minyak tawon, kering juga sih mba, untungnya gpp.
    Sehat selalu buat Zee..🙂

  3. leilaniwanda mengatakan:

    Mungkin maksudnya pi kang shuang? (serius pas baca ini pertama dulu masih takjub ikan apa yang bisa dibikin salep :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: