Pelajaran 5: Diarrhea and Vomitting

Ahay… Ayah.. Danda… Yuk belajar lagi!

Sepertinya itulah yang dikatakan pada kami, Ay-Dan Zimam, ketika Zee mengalami diare dan muntah Sabtu kemarin.

Zee pernah mencret, dia juga pernah muntah, tapi keduanya sekaligus… Tak pernah terlintas di pikiranku.

Awalnya, Jumat sore, seperti biasa, Zee malas makan, Danda malas masak. Setelah bujuk-bujuk Ayah, akhirnya Ayah setuju membeli martabak telur dan Hok Lo Pan untuk makan malam. Hok Lo Pan bikinan Acau dengan isian coklat kacang yamh wuih… menggiurkan! Juga martabak telur bebek+daging sapi yang tebal gila🙂

Well, enough with Hok Lo Pan n Martabak Telur-nya (aku gak pernah mau bilang itu martabak mesir! hehe).. Balik ke Zee..

Dia dengan semangat makan Hok Lo Pannya. Dia suka. Setelah makan 2 potong besar Hok Lo Pan, dia minta tidur. Sejak sore aku sudah curiga, perut Zee ndut dan kencang. Bunyinya dung..dung..

Esok paginya, Zee bangun siang. Sudah lemas dan tak nafsu makan. Aku ajak dia sarapan anggur dan kostela, eh.. pepaya.. Dia juga merengek minta yakult.

Gak lama setelah itu, dia muntah. Sedikit sih, anggurnya keluar.

Wew, aku pun membersihkan kotoran di baju Zee, mengajaknya ke kamar mandi, mandi dan ganti baju. Muntahannya kan bau!

Gak lama dari itu, dia minta tidur sambil nenen. Setelah dia tenang, aku meninggalkannya sendirian di kamar. Beberes di dapur. Dan aku mendengar Zee berteriak, “Danda…”

Aku segera ke kamar dan melihat kasur penuh muntahan. Ew.. aku bimbing Zee ke kamar mandi, kembali aku mandikan dia. Kasur urusan belakangan, yang penting Zee bersih. Aku bahkan menahan diri agar tidak marah. Gimanapun juga Zee gak sengaja melakukannya.

Nah, setelah ini, tragedi terjadi. Aku bersiap membersihkan kasur. Zee keluar dari kamar mandi dengan telanjang. Dan di dapur, dia mencret!

Tahu donk konsistensi mencret? Cair, bener-bener cair! Aku cuma bisa menghela nafas. Aku angkut Zee yang sedang meringis sakit perut ke kamar mandi, kasihan juga dia.

Kasur jadi prioritas nomor 2, sekarang lantai dapur dulu. Sejak Zee lahir sampe sekarang, baru inilah aku membersihkan lantai dari BAB. Rasanya ajaib🙂

Saat aku sibuk membersihkan bekas mencretnya, Zee keluar dari kamar mandi, mungkin dia bosan, atau takut, atau apalah.. Dan pas dia keluar, dia mencret lagi. Dengan wajah bersalah dia memanggilku, “Danda..”

“Zimam di kamar mandi aja, ya, nak! Biar kalau ee’ lagi gak ngotorin lantai.”

Zee mengangguk setuju dan tidak lagi keluar kamar mandi. Mungkin dia tau bahwa kalau dia keluar dan mencret di luar, itu akan merepotkan aku.

Selama di kamar mandi, Zee mencret tidak kurang dari 7 kali. Benar-benar kasian. Segera aku sms Ayah Zee, minta dibelikan oralit. Kebetulan persediaan oralit kami habis karena 2 bulan yang lalu aku juga kena GE🙂

Siangnya, Zee juga mencret di kamar, mengotori seluruh kasur.

Panik? Sedikit. Tapi sebagai ibu, aku harus benar-benar bisa mengontrol rasa panikku! Tidak boleh panik! Alhamdulillah, Ayah Zee juga mendukung keputusanku dan tidak panik juga.

Oralit, ASI, cairan-cairan lain. Cuma itu yang aku kasih ke Zee karena Zee menolak mentah-mentah semua makanan yang aku tawarkan padanya. Kalaupun dia makan, pasti muntah lagi.

Seminggu!
Ya! Butuh waktu Seminggu untuk Zee agar pulih seperti sedia kala. Selama seminggu itu, yang aku berikan hanya cairan, ASI, oralit, dan diet BRATY+tempe. Karena Zee alergi gluten dan karena di Pangkalpinang tidak ada yang jual yoghurt plain, maka diet BRATY Zee menjadi: banana, rice, apple, tempe, dan yakult :p
(mestinya BRATY itu: banana, rice, apple, toast, dan yoghurt)

Nah loh? Kenapa gak dikasih obat sama sekali?
=> obat apa?

Obat antidiare atau antimuntah, lah!

Hahaha, itu karena diare dan muntah tidak boleh dihentikan, ibu-ibu ^_^
Menghentikan muntah dan diare itu seperti menyimpa sampah di kolong kasur. Kotornya gak keliatan. Kesannya sembuh karena feses sudah padat, padahal penyakit aslinya belum pulih, di perut masih banyak kuman. Dan yang bahaya dai diare dan muntah ada DEHIDRASI-nya!!! Karena itu, jaga pasien muntaber agar tidak dehidrasi. Dan… JANGAN PANIK!!!!!!!

Karena ketika ibu panik, yang jadi korban adalah si anak🙂

Satu Balasan ke Pelajaran 5: Diarrhea and Vomitting

  1. funny pub quiz names mengatakan:

    In other words, they go against the grain of the careers their parents had.
    Below are listed a few popular pubs where one can chill
    in Mumbai. The food is decent and the drink specials on Tuesdays include $2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: