Puding Warna Warni dari Danda ^_^

Puding Ulang Tahun

Dua tahun! Terible twos, kata orang.. Masa sih?

Menurutku dua tahun itu usia pinter-pinternya anak, kok.🙂

Karena itu, perayaan ulang tahun kedua Zimam sudah aku dan Ayahnya rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

Bermula dari Zee yang tiba-tiba mengejutkan kami dengan nyanyian “potong kuenya,” aku jadi paham, anak ini sudah mengerti konsep ulang tahun.

Jika ada kawannya yang berulang tahun, dia tertarik pada balon, dan kue yang dipotong (gak tertarik makannya :p). Maka kami pun berencana merayakan ultahnya di sekolahnya.

Seperti biasa, ada pertentangan dengan isi goodie bag! Wakakaka.. Aku yang berencana memberikan goodiebag makanan sehat, ditentang oleh ayahnya. Oke deh, pending dulu.

Setelah itu, kue.

Ada satu masalah, Zimam alergi gluten. That means kue ultah dia harus gluten free.

Di mana di Pangkalpinang pesen kue gluten free? Hayoo..

Terinspirasi temen-temen di grup HHBF, aku berpikir untuk membuatkan Zimam “Puding Ulang Tahun” alih-alih Kue Ulang Tahun. Oke the, puding it is.

Masalah baru, muncul. Aku ditugaskan ke luar kantor selama seminggu dari tanggal 29 Oktober hingga 2 November. Artinya, aku gak akan bisa mendampingin Zee kalo ultahnya dirayakan di sekolah. Yasudah, rayakan di rumah seperti tahun yang lalu, tapi dengan balon dan potong kuenya serta dekorasi ultah lengkap. Tanpa lilin! ^_^

Hal ini juga ada hubungannya sama proses Weaning with Love-nya Zimam, di mana kita janji, kalo dia berhenti nenen artinya dia anak besar. Ultahnya anak besar ada balonnya, ada potong kuenya.

Akhirnya kami sepakat. Ditambah lagi konsep Zee tentang ulang tahun baru sebatas potong kuenya dan balon. Dia bahkan belum paham konsep kado. Jadi, ngundang teman-temannya nanti saja, kalau dia sudah paham konsep kado🙂

Hanya saja, kita mesti mengerahkan seluruh usaha dan kerja keras untuk menjadikan perayaan ultah ini menjadi perayaan yang tak terlupakan oleh Zee, walaupun cuma dirayakan bertiga.

Ayah dan aku bekerja keras membangun dekorasi sederhana yang memukau. Aku membuat puding warna-warni sejak jam 6 sore sampai jam 12 malam, Ayahnya mendekor juga selama itu.

Walaupun perayaan ultah Zee mundur sehari, tapi Zee terlihat menikmatinya. Seruan kagumnya saat masuk rumah dan melihat dekorasi ulang tahunnya: “Aaa… Ada bayonna…” sungguh membuat hati ini bangga.

Begitu puding ulang tahun keluar dan dia berkesempatan memotongnya, ekspresinya benar-benar menyenangkan: “Aaa.. potong kuena..”

Usaha kami begadang selama sekitar 50jam tidak sia-sia. Kepuasan di mata Zimam benar-benar tak tergantikan.

Selamat Ulang Tahun, Anakku.. Nanti, sepulang Danda dari Tanjung Pandan, suntik Typhoid, Hepatitis A, dan PCV ya! hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: