Ini Bukan Kotoran, Nak!!!

Hari itu hari Jumat sore, pulang dari jemput Zimam di sekolah, seperti biasa, Zimam mampir ke kantor dulu. Seperti biasa juga, dia aku bawakan bekal kudapan sore. Kudapan yang kalo aku sempat, aku bikin sendiri, kalo gak sempat, aku pilihkan dari kue-kue yang menurutku aman dilihat dari komposisinya.

“Abang, ini tas kue Abang. Abang bawa sendiri, ya!” Kataku.

“Holeee… kue…!” Kata Zimam, sambil mengocok-ngocok tas kuenya. “Ini kotolan, ya, Danda?” Tanyanya lagi.

“Hah? Bukan! Ini bukan kotoran, Nak! Ini kue Abang!” Jawabku, bingung.

“Kotolan, ini!” Jawab Zimam sambil mengocok-ngocok tasnya.

“Bukan, Nak! Gak boleh gitu, ah! Jelek! Masa makanan dibilang kotoran! Ini makanan, Sayang! Bukan kotoran!” Jawabku mulai marah.

Zimam cemberut, dan sesampainya di ruangan, dia membuka tas kuenya. Diambilnya kotak kudapan, dan dikocok-kocoknya. “Tuh, kan… KOTOLAN!” Katanya sambil menunjukkan kotak kuenya.

“Astaga, Nak! KOKO KRUNCH!” Jawabku dengan sisa frustasi. T_T

“KO-TO-LAN!” Jawab Zimam tanpa berdosa.

Aku memandang Zimam sambil ngelus dada, dan ngorek-ngorek kuping.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: