Oh Tembokku….. T_T

Ceritanya gini…

Dua hari yang lalu, seorang kurir agen ekspedisi terkemuka datang mengantarkan paket untukku, paket yang gak saya duga kedatangannya. Karena di rumah hanya ada asisten rumah tangga, dialah yang menerima paket. Percakapan ini adalah cerita ART saya, dan dia tidak suka berbohong.

Kurir: ini nomer 18, mbak?
ART: gak tau, ya pak, saya baru di sini.
Kurir: nggak, soalnya ini KALAU BUKAN SAYA yang nganter, gak bakalan ketemu.

ART bingung dan menerima paket itu, dia mengawasai si kurir. Si agen menengok ke rumah di kanan dan di kiri rumah saya. ART saya bersumpah melihat si kurir membawa spidol besar saat itu. Dan yang pasti, tembok rumah saya masih bersih.

Dan selang beberapa waktu, ART menengok kembali ke luar, dan menemukan tembok rumah sudah dicorat-coret dengan spidol besar.

DSCN0899

ART kebingungan, tapi seperti biasa, gak nelpon saya untuk melapor.

Sore hari saya pulang, kaget, lihat coretan besar di dinding rumah, well, sebenernya ini bukan dinding asli rumah saya. Ini dinding TETANGGA saya! Terus terang saya agak gak enak hati sama tetangga sebelah kiri yang dindingnya dicoret dengan nomer rumah saya. Tapi saya masih berpikiran positif, “Oh, mungkin pak RT atau tuan rumah yang nulis.” ya, saya cuma ngontrak di rumah itu.

Malamnya, ART lupa memberitahu saya, tadi malam dia ingat, dan menceritakan semuanya. Kaget! Karena ART pun yakin, tulisan itu baru ada setelah kurir tersebut pergi dan tidak ada seorang pun di luar sana selain si kurir

Siapa yang tidak marah? Apa hak si kurir mencoret tembok rumah saya hanya karena saya tidak memasang nomor rumah?

Lagipula, banyak fakta yang menyebutkan bahwa menemukan rumah saya itu sangat mudah!!

1. Sejak tinggal di rumah itu, bulan Juli 2013, saya sudah sering menerima paket dari agen ekspedisi terkemuka itu, gak baru sekali! sering! dan gak ada tuh yang nyasar!

2. Kalaupun nyasar, kan ada nomor hape saya di sana! Buat apa pihak agen minta nomor hape penerima? Buat pajangan? Biar bisa diajak chatting WA? Come on!!!

3. “Kalo bukan saya nyang nganter gak bakalan ketemu.” SOOOO AROGANT!!!! sudah dibilang kan, aku nerima paket gak cuma sekali, tapi berkali-kali, dan gak ada tuh yang nyasar!

Lagian, sekalipun si kurir nyasar, dia sama sekali gak punya hak nyoret-nyoret tembok orang!!!

Dia yang nyasar, kok penerima paket yang dimarahin? Tugas dia kan cuma nganterin paket, udah!!! Nomer hape jangan dianggurin!!!

Sekarang aku lagi berusaha menghubungi Agen ekspedisi itu, saya malu sama tetangga, tembok dia dicoret-coret dengan nomer rumah saya, kan saya yang kena!

Harapan saya cuma satu, tembok saya, eh, tembok tetangga saya itu dibersihkan!!!

Kalau memang si kurir gak bersalah.. Buktikan!

DSCN0898 DSCN0897

Satu Balasan ke Oh Tembokku….. T_T

  1. gak sopan ya maen coret ajah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: