Ketagihan Teh Hijau ♥♥♥

Sebelumnya, teh hijau buat aku itu adalah teh buat diet! Dulu pernah minum teh hijau slimming tea mustika ratu, dan teh hijau cap kepala jenggot, langsung mencret T_T

Teh juga harus manis. Makanya aku selalu mempertanyakan kebiasaan orang Sunda yang minum teh tawar setelah makan, apa enaknya?

800px-Green_tea_3_appearances 
Gambar dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Green_tea

Baru-baru ini, aku mengajak adikku untuk makan di warung pinggir jalan yang menjual kuliner khas korea. Ko-korea’an namanya. Kalau Kamu jalan-jalan di jalan Matraman, di dekat halte busway Slamet Riyadi letak warungnya. Yah, namanya warung korea, makanannya makanan korea semua.

Kami memesan steam boat, bulgogi, teokppokki. Dan untuk minumnya? Well, minuman yang ditawarkan manis dan dingin semua. Saat itu aku ingin minuman hangat.

Akhirnya kami memesan nokcha, teh hijau korea.

Ternyata teh yang datang tidak seperti yang aku bayangkan. Well ya, begonya aku, ngarepin teh hijau manis, ya gak mungkin lah! Hahaha…

Yup, tehnya tawar. Mau kecewa, gengsi. Nanti disangka orang udik, yang gak pernah makan makanan korea (padahal emang iya! hahaha).

Akhirnya kuminumlah teh tawar itu, dan ternyata… nikmat juga! Terutama kalau setelah kita makan makanan “berasa tajam.”

Selama ini aku takut, karena aku tau, teh mengandung bahan yang menghambat penyerapan zat besi, makanya aku anti minum teh setelah makan. Tapi kenyataan bahwa teh hijau juga mengandung antioksidan tinggi, tergoda juga hahaha…

Kenanganku akan Nokcha membekas cantik🙂
Lalu, beberapa hari kemudian, adikku mengajakku buka puasa bersama sahabatnya di Plaza Semanggi dan kami pun masuk restoran Jepang, Kin no Taki.

Pas giliran memesan minuman, bingung lagi. Akhirnya pilihan tertuju pada Ocha, teh hijau Jepang. Harga 1 porsi adalah 9.000 rupiah, tanpa refill, dan harga porsi refill adalah 17.500 rupiah.

Aku memesan porsi refill. Dan saya tidak salah pilih, karena saya minta refill sampai 4 kali hahaha. Beneran enak jeeee…

Lalu, diajak suami ke buka bersama teman SMA-nya di Pejaten Village. Kami makan di Imperial Kitchen, masakan China. Lagi-lagi karena haus, aku memesan Teh Hijau. Pelayan bilang, teh hijau di resto itu sudah dicampur dengan melati, krisan, dan satu lagi aku lupa. Aku pilih teh hijau krisan. Lucha kalau gak salah namanya.. krisan lucha

Ternyata tehnya gratis booo ^_^

Seteko teh krisan hijau, tandas diminum aku dan suami. Suami benar-benar suka!

Akhirnya aku sekarang menjadi pecandu teh hijau hahaha…
Soalnya nikmat banget diminum setelah makan. Walau aku harus menjaga pola makan, karena minum teh setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik.

Oya, ternyata minum teh itu sebaiknya tidak dicampur gula, loh. Karena gula menetralisir vitamin dan mineral dalam teh. Sama seperti juga jus buah dan sayur. Gak boleh dicampur gula, ya ^_^

Chaaaaaaa…… Saranghae… Wo ai ni…… Aishiteru!!!!!!

teh-hijau
Gambar dari: https://yeptirani.files.wordpress.com/2014/07/90f8e-teh-hijau.jpg

2 Balasan ke Ketagihan Teh Hijau ♥♥♥

  1. agya mengatakan:

    boleh dicoba nih, kali aja cocok sama lidah

  2. Yeptirani mengatakan:

    enak beneran loh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: