Danda Mengenang Perjuangan ASI & MPASI

Me and My Boy

Nggak kerasa udah hampir dua tahun sejak terakhir aku kasih ASI buat Abang Zimam. Itu artinya si Abang udah hampir menginjak usia empat tahun. Melihat pertumbuhan Zimam sekarang makin mengingatkanku keputusan memberinya ASI eksklusif dan MPASI rumahan nggak akan pernah aku sesali. Aku tetap bangga perjuangan itu membuahkan hasil saat Zimam lulus keduanya. Tanpa ASI, belum tentu dia tumbuh sehat seperti sekarang.

Buat informasi aja, hal-hal di bawah ini bermanfaat diketahui para calon Bunda yang berencana memberikan MPASI sesudah tuntas 6 bulan ASI eksklusif atau Bunda yang sedang menjalaninya tapi bingung di tengah jalan.

ASI tumpah

Nggak perlu khawatir kalau ASI Bunda tumpah selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Ini pertanda bagus kok bahwa tubuh Bunda mampu memproduksi banyak susu walau kadang menyusahkan terutama pas sedang di luar rumah karena cairannya tembus bra dan pakaian serta meninggalkan noda. Banyak informasi tentang cara menggunakan mesin cuci buat menghilangkan noda pada bra tersedia di internet.

MPASI pertama

MPASI pertama buat si kecil sebaiknya yang mudah dicerna dan nggak menimbulkan alergi. Umbi-umbian seperti wortel, kentang, dan ubi ketela populer sebagai MPASI pertama. Selain itu, labu kuning, apel, pir, pisang, dan pepaya juga punya kandungan rasa manis alami. Cicipi dulu buat memastikan buahnya matang dan nggak sepet.

Tekstur dan suhu MPASI

MPASI pertama seharusnya agak cair mirip konsistensi ASI agar mudah ditelan dan nggak mengagetkan. Pakai ASI, air mendidih, atau air sisa mengukus sayur buat mengencerkan bubur sayur atau buah. MPASI sebaiknya disuapkan ke bayi pada suhu ruangan atau agak hangat. Kalau menghangatkan MPASI di microwave, biarkan sampai benar-benar panas lalu dinginkan sampai ke suhu ruangan.

Bagaimana memulainya?

Bayi bereaksi beda-beda terhadap suapan pertamanya. Jangan kaget kalau bayi menolak. Satu atau dua sendok bayi sehari sekali cukup untuk minggu pertamanya. Lalu coba tambah porsinya.

Makanan yang perlu dihindari

Makanan tertentu nggak cocok buat bayi, seperti garam, gula, kepiting, kerang-kerangan, dan makanan asap. Hati-hati dengan madu karena bakteri tertentu di dalamnya bisa mengganggu kesehatan bayi di bawah 1 tahun. Biarpun kejadian alergi makanan pada bayi hanya sekitar 6%, orang tua yang punya riwayat alergi bisa menurunkannya ke si bayi. Perkenalkan satu demi satu makanan beda-beda buat membantu mengurangi sensitivitas bayi.

Memperkenalkan makanan padat

Makanan padat nggak layak diberikan pada bayi di bawah 17 minggu karena fungsi pencernaannya belum berfungsi matang. Sebaliknya, kalau MPASI ditunda hingga melebihi usia 6 bulan, bayi berpotensi mengalami kesulitan menerima makanan padat. Bayi yang lebih sering lapar walau sudah disusui bisa diartikan bayi siap menerima makanan padat.

Latihan mengunyah

Setelah bayi berusia 8 bulan, Bunda bisa beralih dari bubur halus ke makanan yang lebih kasar, misalnya sayuran rebus atau buah yang diparut. Sekaligus melatih bayi menggigit dan mengunyah, camilan seperti telur rebus, pisang, melon, wortel rebus, dan pasta yang bisa dia pegang sendiri melatih kontrolnya juga.

Metode memasak

Mengukus lebih baik daripada merebus. Vitamin B dan C pada sayuran atau buah mudah hancur karena sifatnya yang larut air. Kalau mau merebus, hati-hati jangan sampai terlalu lembek. Memakai oven buat memasak kentang atau ubi ketela juga baik.

Bahan makanan yang bagus

Usia antara 7 dan 9 bulan adalah masa pertumbuhan yang cepat di mana bayi perlu lebih banyak kalori. Variasikan sumber makanan mereka dengan daging, ikan, sereal, atau keju buat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, dan lemak si bayi. Bunda bisa nyontek jadwal MPASI Zimam.

Membekukan MPASI

Pada masa-masa awal MPASI, bayi hanya makan sedikit. Kalau memasak MPASI dalam jumlah besar, Bunda bisa membekukan sisanya memakai cetakan es batu sehingga pas buat setiap porsi makan. Selalu lelehkan makanan beku ini lalu panaskan hingga benar-benar panas dan biarkan sampai suhu yang cocok buat mulut bayi.

Minum dari cangkir

Saat bayi sudah sampai di tahap makan makanan padat tiga kali sehari, bayi bisa diberi air mineral atau air matang melalui cangkir bayi. Bersamaan dengan ini, bayi bisa dibiasakan makan sambil duduk di kursi bayi.

2 Balasan ke Danda Mengenang Perjuangan ASI & MPASI

  1. Buku Harian mengatakan:

    Keren artikel nya. Thanks.

  2. Yeptirani mengatakan:

    Makasih ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: