Tumpeng Ulang Tahun Spesial Bikinan Danda ^_^

11 November 2011

Tumpeng Ulang Tahun

Zimam mau ultah pertama, dirayain gimana, ya?

Wew, itu tuh hal yang ada di benakku semenjak Zee berusia 6 bulan! Hahaha… Apa aku harus ngerayain ultah pertama Zee? Siapa aja yang mesti diundang? Apa aja makanannya? Dll dll..

Secara aku ini penganut MPASI Rumahan tanpa Tambahan Gula dan Garam, maka aku merasa gimanaaa gitu kalo ultah Zee dirayain dengan black forest dan goodie bag berisi ciki-ciki. Gak konsisten bo!

Puter otak. Aku inget ibuku selalu ngerayain ultahku dengan tumpeng. Ah! Tumpeng saja kalo gitu! Kue tart ultah+lilinnya ntar aja kalo dia udah TK.
Sekarang, goodie bag.

Sang Ayah tercinta gak setuju waktu aku ngusulin goodie bag sehat buat ultah Zee. “Gak ah, menyalahi ‘aturan’” katanya. Emang sih, “aturan”-nya kan goodie bag itu isinya snack 500-san, ale-ale, susu kotak, permen, dll makanan yang diluar lingkup MPASI Rumahan. Akhirnya aku pending pembahasan tentang goodie bag ini.

Saat Zee berumur 10 bulan, aku mulai berpikir lagi soal ulang tahunnya. Apalagi setelah aku lihat bahwa ada 1 jadwal cek darah dan 2 jadwal imunisasi yang gak disubsidi pemerintah saat berusia setahun. Jadwal itu adalah skrining zat besi, imunisasi varisela, dan imunisasi hepatitis A.
Aku pun melempar voting ke teman-temanku di FB, “Seberapa penting merayakan ultah pertama anak?” Dan tau gak? jawabannya rata-rata adalah: GAK PENTING!

Kenapa? Karena anaknya aja gak tau apa itu ulang tahun!

Makin mantap lah niatku untuk merayakan ultah Zee secara kecil-kecilan, hanya untuk dokumentasi bahwa Ayah-Dandanya gak lupa sama ultahnya, sisa dananya disalurkan untuk imunisasi.

Berarti gak ada goodie bag! Horee… ^_^

Sekarang TUMPENG!

Aigoo, seumur hidup kalo tentang tumpeng keahlianku cuma 1, menghabiskannya! Masa iya aku mesti bikin tumpeng? Aaaa…

Brosing, gugling, surfing, tanya tinyi di Milis MPASI Rumahan, akhirnya aku menemukan suatu ide keren (yaelah! lebay kali pun! :p)

Selama ini tiap hari Sabtu atau Minggu, tiap ada jadwal jalan-jalan, aku selalu ngebikinin Zee Kroket Nasi Warna-warni! Soalnya kita biasa jalan-jalan sore, jadi jam makan malam Zee kebentur sama jalan-jalan.

Kroketnya dimakan dalam bentuk nasi di siang hari, kroket di sore hari. Berarti bisa donk dibikin tumpeng? Hahahaha,,,,, (Ketawa puas!)

Dan hari itu, Minggu, 30 Oktober 2011, pukul 12.00WIB, aku mulai bikin tumpeng buat Zee.

Mulanya aku suruh si Ayah untuk cari daun pisang. Tebak, He did it! He found the banana leaves! Yea… *lebay lagi!*

Mulai hias-hias, mulai masak… dan.. taraaa.. jadi deh….

Cuma, aku gak berani buka cetakan tumpengnya sampe acara kecil itu dimulai. Takut tumpengnya turun! Hihihi…

Ini penampakan tumpengnya dari dekat, resepnya nyusul ya.. kepanjangan kalo ditulis di sini juga. ^_^
*biar harap-harap cemas nungguin postinganku berikutnya :p*

Tumpeng Ultah Bikinan Danda


Selamat Ulang Tahun Pertama, Zee

30 Oktober 2011

26. Ulang Tahun 1 Zee

Gak terasa, Zimamku sudah setaun usianya ^_^
Begitu banyak cerita, suka dan duka. Begitu banyak ilmu yang dipelajari oleh aku dan Ayah Zee dalam bangku sekolahan orang tua ini. Dan akan lebih banyak lagi yang akan dan harus kami pelajari!

Untuk Zimamku sayang…
Danda berdoa agar kamu tumbuh sehat, dan ceria. Danda berdoa supaya kamu tumbuh menjadi anak yang bermanfaat bagi lingkunganmu. Danda berdoa supaya kamu jadi anak yang sholeh, takut pada Allah S.W.T. Tuhanmu. Supaya kamu mencintai Muhammad S.A.W. Nabimu. Supaya kamu bangga menjadi seorang muslim dan menyebarkan berita suka cita serta kebenaran ke sekelilingmu.
Danda berdoa supaya kamu tumbuh menjadi manusia yang menghasilkan suatu kebaikan yang membuat namamu akan terus dikenang manusia-manusia yang hidup setelahmu, bahkan setelah kematianmu.
Danda berdoa supaya kamu tumbuh menjadi manusia ahli surga dan dapat membawa kedua orang tuamu ke surga sehingga kita dapat berkumpul kembali di sana.

Zimam,
Tidak ada yang dapat membahagiakan hati seorang ibu selain melihat anaknya bahagia di dunia dan di akhirat. Karena itu, Danda berdoa semoga Allah S.W.T. akan selalu membimbing tanganmu, dan janganlah engkau melepaskan bimbingan itu, sayang. Agar kamu bahagia di dunia dan akhirat, seperti yang Danda harapkan.

Ayah dan Danda sangat sayang sama Zimam. Zimam adalah titipan dari Tuhan yang mesti Ayah dan Danda jaga dengan baik. Semoga Ayah dan Danda dapat mengemban tanggung jawab ini dengan baik. Amiinn…


Pelajaran 2: Varisela

27 Oktober 2011

Pelajaran belum berakhir. Kali ini adalah edisi cacar air.

Orang tua mana yang gak sedih liat anaknya yang biasanya ceria, tiba-tiba jadi lesu?

Seminggu yang lalu, Zee demam. Sebelumnya memang aku melihat bentolan berair di daerah popoknya, aku pikir itu ruam popok, tapi kok demam?

Ternyata diagnosa dokter adalah cacar air alias varisela.

Kebetulannya adalah: dia didiagnosa terkena varisela hanya seminggu sebelum jadwalnya suntik vaksin varisela (^_^). That means dia gak perlu suntik varisela lagi. Hehehe..

Cuma aku sedihnya, dokter membawakan oleh-oleh setumpuk obat yang gak perlu. (T_T) Padahal sebagai dokter, mestinya beliau kan tau kalau varisela gak perlu obat. (T_T)
- Puyer yang harus habis diminum tepat waktu 5x sehari. Aku lihat sendiri di resepnya ada beberapa baris, kok ya di kopi resep cuma 1 baris yaitu asyclovir? Ada apa ini?
Harus habis, dan diminum tepat waktu, indikasi Antibiotik, nih! Varisela tidak butuh antibiotik! Apalagi bentuknya puyer! Obat ini aku singkirkan!

- Puyer untuk panas, diminum 3x sehari. Baca di kopi resep isinya sanmol dan diaz (diazepam). Wo wo wo.. Sanmol okelah, isinya cuma parasetamol, memang untuk penurun panas, tapi diazepam? Membaca di drugs.com, diazepam itu adalah obat untuk kejang demam, dan hanya efektif jika diberikan SAAT kejang terjadi. Jadi diazepam tidak efektif alias percuma diberikan apabila kejang telah terjadi, apalagi dengan niat mencegah kejang demam.
Lagipula, mestinya sang dokter nanya dulu donk ke aku (kami), orang tuanya, apa Zee punya riwayat kejang demam atau tidak. Secara, Zee TIDAK PUNYA riwayat kejang demam, jadi gak perlu yang namanya diazepam!
Belum lagi pemberiannya 3x sehari. Bukannya pemberian obat penurun panas itu SAAT panas tubuh 38,5 dercel ke atas? bukan 3x sehari! Jadi kalau si anak cuma panas 1x sehari, ya sekali itulah diberikan parasetamol. Aku pakai sanmolku sendiri saat Zee demam.

- Nystin drops (nystatin), katanya untuk mulutnya. Baca di drugs.com, nystatin itu obat antifungal. Antifungal itu kan anti jamur, ya? Memangnya mulut anakku berjamur? =>BUANG.

- Salep gentamisin. Haduh, lagi-lagi salep antibiotik. BUANG!!!

- Bedak salisil. Cuma ini yang masuk akal! Berguna untuk mengurangi gesekan pada bintil-bintil sehingga tidak pecah. Cuma “obat” ini yang aku berikan pada Zee.

Hikmah sakitnya Zee saat ini adalah supaya aku teguh memegang konsep RUM (Rational Use of Medicine). Walaupun kiri-kanan-depan-belakang, mengajakku untuk tidak berpikir dan bertindak rasional untuk merawat Zee yang sedang sakit cacar, aku harus teguh. Cacar air itu obatnya hanya pertahanan diri sang penderita dan paracetamol untuk menurunkan demam dan menyamankan penderita.

Mandi? Seperti biasa, tapi aku kasih dia ekstra air hangat selain supaya demamnya turun, juga supaya dia nyaman. Merasa sendiri, kalo badan gatel, mandi air anget.. wuihh.. nyaman sekali. ^_^
Dan usapan bedak salisil untuk mengurangi gesekan dan menyamankan badan karena mengandung mentol.

Sekarang Zee sudah baikan. Lesunya hanya karena memang dia kurang makan. Nafsu makannya berangsur pulih. Lukanya juga berangsur sembuh.

Senangnya, telah berhasil teguh, merawat anak dengan konsep RUM. (^_^)
Pesanku untuk para orang tua, kritislah pada obat yang diberikan dokter untuk anak kita, pastikan obat itu benar-benar dibutuhkan olehnya atau tidak. Juga cari tau manfaat dan efek samping obat itu di drugs.com, jangan sampai kita salah memberikan obat hanya karena itu diresepkan oleh dokter. Bagaimanapun dia adalah anak kita, kan? (^_^)

*bonus: relaktasi, karena Zee harus bedrest, aku jadi cuti untuk nemenin Zee ^_^


Belajar, Belajar, dan Belajar!!!

25 Oktober 2011

Wow, akhir-akhir ini aku bener-bener dituntut banyak belajar untuk jadi orang tua, istri, dan manusia yang lebih baik lagi.

Menjelang 1 tahun Zee, ada banyak banget kejadian yang bikin aku insomnia kalau malam.

- Zee ketahuan anemia defisiensi besi.
- Air mati kalo malem n subuh gak bisa cuci-cuci subuh-subuh T_T
- ruam popok parah melanda Zee.

Gak jarang aku n ayah Zee jadi bertengkar karena pelajaran ini. Aduh..
Tapi semuanya pasti ada hikmahnya, tinggal mencari saja..


Pelajaran 1: Anemia Defisiensi Besi

23 Oktober 2011

Beruntung aku bergabung sama Milis Sehat, sehingga aku belajar banyak soal kesehatan anak dan bagaimana penanganan di rumah (home treatment/HT) saat anak sakit.
Salah satu hasil belajarku adalah Zat Besi pada Anak.

Alkisah, bayi ASIX (yang gak ngerti ASIX, ASIX itu istilah keren dari ASI eksklusif 6 bulan), rentang mengalami anemia defisiensi besi karena sejak usia 4 bulan, biasanya zat besi dalan ASI sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan zat besinya. Makanya, biasanya, dokter akan meresepkan suplemen zat besi dalam dosis pencegahan (dulu Zee dapet 2×0,3ml sangobion drops per hari) sampai si bayi dapat MPASI tinggi zat besi (daging merah di minggu kedua MPASI-nya).

Nah, kadang, seiring berjalannya waktu, si bayi ini gak menyerap zat besi dalam makanannya dengan baik sehingga dia mengalami anemia defisiensi besi, alias anemia karena kekurangan zat besi.

Makanya, pas anak berusia 12 bulan, sangat dianjurkan agar orang tua memeriksa keadaan zat besi anaknya yang istilah kerennya adalah: skreening zat besi.

Skreening zat besi dimulai dari mencari tau status Hb dalam darah anak, sekalian sama MCV dan MCH-nya. Semua itu bisa diketahuin lewat cek darah lengkap.

Juga cek morfologi darah tepi, untuk tau bentuk eritrosit dalam darah.

Selanjutnya, apabila Hb ternyata <11g/dL (normal Hb untuk anak <2tahun adalah 11g/dL), Maka, melalui jumlah eritrosit dan MCV, dihitung indeks mentzer (untuk menyingkirkan kemungkinan talasemia).

Dan selanjutnya di cek status Feritine, Serum Iron, TIBC, Retikulosit, dan RDW. Selengkapnya bisa dipelajari di sini.

Hasil skrining zat besi Zee menunjukkan dia Anemia Defisiensi Besi dan dia dapat suplemen zat besi untuk pengobatan (2x2ml sangobion drops per hari), sampai sebulan, dan bulan depan, dia akan diambil lagi darahnya untuk skrining ulang.

Aku cuma berharap semoga bulan depan, hasil cek darah lengkap Zee menunjukkan dia tidak lagi anemia. ^_^


Simple Kabocha Pancake

11 Oktober 2011

Simple Kabocha Pancake
Baca entri selengkapnya »


Rokok itu Cuma Ada Satu

6 Oktober 2011

Kita yang berhenti, atau Rokok yang akan menghentikan kita.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.