Masuk Dufan Gratis ๐Ÿ’•

15 Mei 2018

Aku ingin share pengalamanku ke Dunia Fantasi Ancol beberapa hari yang lalu.

Masuk Dufan ini bukan yang pertama buatku. Tapi terakhir aku ke Dufan tuh sudah puluhan tahun yang lalu, waktu masih gadis. Sekarang jadi ibu-ibu beranak dua, baru kali ini ke sana lagi.

Kali ini aku ke Dufan bersama anak dan suami.

Awalnya ini Pak Zul yang ke sana di hari Sabtu pekan sebelumnya, dengan teman-temannya. Dia pun membeli Annual Pass Dufan. Kemudian, tanggal 29 April (dua hari setelah ulang tahunku), dia mengajak kami ke sana, dan membelikan Annual Pass Dufan juga. Jadilah, kami bisa kapan saja ke Dufan tanpa membayar, dalam setahun.

Kemudian, kami ke Dufan lagi kemarin, 12 Mei, bersama adik-adikku. Karena sudah punya Annual Pass, kami masuk Dufan tanpa membayar lagi. Hanya saja, kalau punya Annual Pass biasa, antrenya panjaaaaaaaang…. akhirnya kami membeli lagi tiket Fasttrack. Biar bisa main tanpa antre ๐Ÿ˜

Ternyata main di Dufan tanpa mengantre itu seru, yah? Hehe

Kamu mau ke Dufan juga? Moda transportasi menuju Dufan sangat mudah, loh. Cukup naik bus Transjakarta jurusan Ancol, turun di halte Ancol, tinggal jalan kaki sedikit, sampai, deh ke Dufan.

Kamu harus membayar karcis masuk Ancol dulu sebelum membeli tiket ke Dufan. Karcis masuknya Rp25.000/orang. Tiket masuk Dufan waktu itu sih Rp295.000, dan ada promo untuk Annual Pass Rp299.000, siapa nolak? Haha..

Annual Pass Dufan tidak bisa dipindahtangankan, ya. Cuma kita yang datanya terdaftar di dalam kartu yang bisa memakainya.

Mau masuk Dufan gratis juga?


Keliling Jakarta, Menata Hati ๐Ÿ’—

28 April 2018

Kemarin aku ulang tahun.

Mungkin karena kehilangan bayi masih jadi sebuah duka buatku, aku merasa ulang tahun kali ini begitu sepi dan penuh air mata. Aku menangis.

Aku gak berani curhat sama siapa-siapa, takut dibilang gak pandai bersyukur, atau dibilang sedang terjebak dalam “jebakan 99”. Jadi aku pendam sendiri kesepianku dan mencoba tersenyum. Bahkan aku berusaha agar tak banyak yang tahu kalau aku sedang ulang tahun. Belum pernah seperti itu sebelumnya.

Kemarin, dengan izin suami, aku mencoba mencari hiburan untuk diriku. Sederhana. Aku berkelana naik bus Transjakarta.

Aku yang masih bertugas di Jalan Juanda, setelah makan siang dengan teman-teman, langsung naik bus jurusan Harmoni. Kemudian aku pindah jurusan ke jurusan Pulogadung untuk turun di Halte Balaikota. Aku memang lagi pingin ke Lenggang Jakarta buat beli minuman.

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan dengan menuju Senen. Nyebrang dikit lewat jembatan penyeberangan orang, aku masuk Plaza Atrium Senen. Aku memanjakan diriku dengan membeli produk-produk kecantikan di Boston.

Tadinya aku ingin naik ke lantai 5, ke toko pernak pernik, tapi karena sudah capek, aku kembali ke halte dan naik bus jurusan Kampung Melayu. Aku turun di halte Tegalan untuk masuk ke toko buku Gramedia. Kembali di sana aku memanjakan diriku, membeli stationary lucu-lucu yang sama sekali gak penting, di mana sampai rumah aku nyesel belinya ๐Ÿ˜…. Terus juga beli Sop Ayam Pak Min legendaris untuk makan malam.

Kembali ke halte busway, dan naik bus lagi. Kali ini aku dapat bus jurusan Grogol-Kampung Melayu.

Dari halte Kampung Melayu aku naik bus jurusan Kampung Rambutan. Aku turun di halte Cawang Otista. Kemudian aku melanjutkan perjalanan dengan angkot sampai rumah.

Anakku sedang makan malam ketika aku sampai di rumah. Yah, alamat makan malam sendirian, nih! Apalagi Pak Suami sms, bilang ada rapat. Well, baiklah!

***

Jam 10 malam, anak sudah tidur, Pak Suami belum pulang, aku gak boleh tidur karena Pak Suami gak bawa kunci rumah. Saat itulah tiba-tiba aku merasa amat sangat kesepian. Buka-buka Facebook kok malah banyak postingan bayi di timeline-ku, makin mewek aku!

Suami pulang keheranan, mataku bengkak karena nangis. Aku minta maaf, Pak Suami, aku gak bisa nahan air mata.

Iya tahu, aku harus mensyukuri apa yang ada. Jangan menangisi apa yang hilang. Sudah jangan pikirin Keita lagi, kan masih ada Zimam yang mesti diurus. Tapi tetap saja, kalo lihat anak bayi, aku jadi nangis. Lihat baju bayi aja bisa bikin mataku panas, kok!

Iya tahu, Keita sekarang sudah diurus oleh bidadari surga. Keita juga yang insyaAllah akan menungguku di surga nanti. Tapi tetap saja, kalau ingat Keita, rasanya aku pingin gendong dia. Ada perasaan menyesal kenapa pada saat dia di pelukanku, walau sudah tak bernyawa, gak aku usel-usel sampai puas. Waktu itu aku pikir, dia kan sudah jadi mayat, gak boleh banyak disentuh, kasihan. Kudengar mayat kalau disentuh akan kesakitan. Entahlah.

Aku ingin curhat dengan seseorang, yang mau menerima kesedihan dan dukaku. Bukan sama Pak Suami, aku gak mau curhat sama beliau. Kasihan, karena duka ini juga duka beliau. Aku ingin curhat dengan orang yang gak merasakan duka ini, tapi juga gak akan bilang: “sudah, gapapa, jangan dipikirkan lagi!”

Aku ingin curhat yang bisa nangis sepuasku, sampai mataku bengkak lagu aku tertidur.

Hahaha, ulang tahun kok sedih, ya? ๐Ÿ˜‚

Mohon doa, semoga sisa usiaku jadi berkah, ya teman-teman…


Melatih Kecerdasan Otak Kanan dengan Sudoku

17 April 2018

Beberapa hari terakhir Abang Zimam sedang suka main Sudoku. Hmm, gak tiba-tiba suka juga, sih. Awalnya saya yang mengenalkan Zi pada permainan favorit saya ini.

Yap, Sudoku memang permainan favorit saya. Dulu kenalnya waktu saya baru jenal internet dan bertemu dengan laman tentang left-handers alias kidal. Saya memang kidal. Begitu saya tahu kalau Sudoku itu permainan orang kidal karena mengandalkan otak kanan, saya langsung tertarik memainkannya dan langsung (bisa dibilang) ahli, hehe.

Papan Sudoku terlihat berwarna-warni buat saya. Karena itu, begitu saya punya gawai, dan ingin memasang permainan pengantar tidur di gawai saya, permainan yang saya pilih adalah Sudoku. Hehe, iya, saya kalau cari ngantuk mainnya main Sudoku ๐Ÿ™‚

Zi sekarang berusia 7 tahun, juga sudah fasih mengenal angka dan menggunakan logika, karena itu saya rasa sekarang saat yang tepat mengenalkan Sudoku padanya.

Awalnya Zi cuma mengintip kalau saya sedang main Sudoku. Lama-lama, saya tawarkan dia untuk main juga. Saya pindahkan levelnya jadi level mudah (saya lebih sering memainkan level sulit di Sudoku). Menjelaskan aturannya satu demi satu.

Aturan permainan Sudoku:

  1. Sudoku terdiri dari 9 kotak besar, di mana di setiap kotak besar terdapat 9 kotak kecil
  2. Setiap kotak kecil dalam satu kotak besar berisi angka dari 1 sampai 9
  3. Dalam 1 kotak besar (yang terdiri dari 9 kotak kecil) tidak boleh ada angka yang berulang/double
  4. Dalam 1 baris ke samping (yang terdiri dari 9 kotak kecil berbaris menyamping) tidak boleh ada angka berulang/double
  5. Dalam 1 kolom ke bawah (yang terdiri dari 9 kotak kecil berbaris ke bawah) tidak boleh ada angka berulang/double

Setelah Zi memahami aturan dasarnya, barulah saya mengajarkannya cara mengisi angka yang tepat. Cari 1 kotak di mana hanya bisa diisi oleh 1 angka saja. Kerjakan yang pasti-pasti dulu, kalau ada kotak yang meragukan, tinggalkan.

Seru sekali melihatnya suka dengan permainan “baru” ini, targetnya, bisa menyelesaikan level “easy” kurang dari 10 menit, sehingga bisa naik ke level “medium” ๐Ÿ™‚


Pelajaran 8: Gondongan

29 Maret 2018

Tahukah Kamu apa itu “gondongan”? Lalu, kenapa gondongan bisa jadi “pelajaran” untuk Ayah dan Danda Zimam? Apakah Zimam kena gondongan? Atau yang lain yang kena?

Gondongan (mumps) adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis – satu dari tiga pasang kelenjar penghasil liur (ludah) – yang terletak di bawah telinga manusia. Jika kita terserang gondongan, salah satu atau kedua kelenjar parotis akan membengkak. Gondongan ini adalah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi MMR. Efek samping dari penyakit yang paling parah adalah kehilangan pendengaran.

Orang yang terinfeksi gondongan bisa menunjukkan beberapa gejala, kadang ringan, kadang berat. Masa inkubasi virus gondongan sekitar 14-24 hari. Gejala yang timbul antara lain:

  • Bengkak, salah satu atau kedua kelenjar ludah akan bengkak dan rasanya sakit (parotitis)
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemah dan lesu
  • Sakit saat mengunyah dan menelan

Gejala yang paling dikenal dari penyakit gondongan ini yaitu pembengkakan kelenjar ludah yang menyebabkan pipi menjadi bengkak (gondong).

Nah, sekarang siapa sih yang tertular gondongan di rumah Zimam? Danda yang kena! ๐Ÿ˜€

Sepertinya karena gara-gara aku rutin menjemput Zimam di sekolahnya. Teman-teman Zi ini banyak yang tertular gondongan juga. Aku sebenarnya khawatir Zi juga tertular, sih. Karena seharusnya dia divaksin MMR ulang di usia 6 tahun, tapi karena vaksin MMR sedang kosong di mana-mana, Zi gak dapat suntikan vaksin MMR 6 tahun, deh.

Alhamdulillah, ternyata Zi gak tertular virus gondongan, malah aku yang kena, hahaha.

Awalnya Sabtu, 3 Maret 2018 lalu, aku merasa ada yang aneh dengan wajahku di depan cermin, kok asimetris, ya?. Memang aku merasa agak sakit di bagian pangkal tenggorokan. Nyeri saat menelan atau mengunyah makanan. Tapi saat itu, aku menyangkal diriku tertular virus gondongan. Aku masih berpikir, ini hanya pembengkakan kelenjar bening biasa, seperti yang biasa terjadi kalau kita batuk pilek. Karena aku sama sekali tidak demam.

Aku pun masih melakukan aktivitas di luar rumah. Dengan menggunakan masker mulut tentunya. Sejak (alm) Kei -adiknya Zi yang meninggal di usia 36 jam- divonis pneumonia bawaan dari kandungan, aku memang agak trauma dengan yang namanya polusi. Jadi, kemana-mana selalu memakai masker mulut sekali pakai.

Akhirnya di hari Senin, 5 Maret 2018, aku merasakan sakit mengunyah dan menelanku semakin parah. Akupun mengajak adikku ke dokter di klinik dekat rumah. Dokter tersebut mendiagnosa aku memang tertular gondongan. Dokter itu heran, gondongan kok gak demam?.

“Ibu pernah kena gondongan, sebelumnya?” Dokter itu bertanya. Gondongan memang infeksi virus, kalau sudah pernah kena, kena berikutnya gak akan separah kena pertama, seperti cacar air ataupun campak.

“Belum pernah, Dok. Tapi saya sudah pernah suntik MMR.” Jawabku. Aku memang pernah minta divaksin MMR ke dokter anak Zi di Pangkalpinang dulu, karena menurut orang tuaku, aku belum pernah divaksin campak. Jika aku tertular campak saat hamil, itu sangat berbahaya bagi janin. Jadi aku minta divaksin MMR dan Varicella, waktu itu. Yaitu vaksin untuk penyakit Campak, Gondongan, Rubella, dan Cacar Air. Vaksin-vaksin untuk penyakit yang bila menulari ibu hamil, akan sangat membahayakan janin yang dikandungnya. Biasanya, pasien yang sudah pernah divaksin atau pernah tertular sebelumnya, kalaupun sekarang tertular, tidak akan separah yang belum pernah divaksin atau pernah tertular sebelumnya.

Mendengar aku sudah divaksin MMR, dokter tersebut berbinar matanya.

“Di mana ibu vaksin MMR?” Tanyanya penuh harap.

Aku langsung paham, mungkin sang dokter sekarang sedang mencari vaksin MMR entah untuk siapa di keluarganya. Bisa untuk dirinya sendiri, atau untuk anaknya. Mengingat vaksin MMR sangat langka keberadaannya saat ini.

“Saya vaksinnya di Pangkalpinang, Dok. Tahun 2012.”

“Oh.” Ada nada kecewa dalam suaranya.

Entah mungkin karena sang dokter menganggap aku sudah paham akan penyakit gondongan ini (karena sudah inisiatif memvaksin diri sendiri), dokter langsung orat-oret resep sambil menyebutkan kegunaannya. Rata-rata beliau memberi aku resep multivitamin saja untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

You know what? Penyakit gondongan ini gak ada obatnya, loh!

What????? ๐Ÿ˜ฒ

Iyyes! Karena penyebabnya adalah virus, dan semua penyakit yang disebabkab oleh virus memang tidak ada obatnya. Yang bikin sembuh adalah ketahanan diri kita menguris virus itu. Obat yang beredar itu rata-rata hanya mengobati atau mengatasi gejalanya saja. Supaya kita lebih nyaman gitu.

Nah, setelah aku menebus obat resep dari dokter di apotek, aku pulang, makan, dan minum obat. Alhamdulillah, setelah 5 hari bengkakku kempes dan aku sembuh.

Akan tetapi … ternyata pasien gondongan masih harus dikarantina 14-24 hari setelah sembuh, boooo …

Karena dalam 14-24 hari setelah sembuh itu, pasien masih bisa nyebar-nyebarin virus gondongan ke orang lain. Makanya aku kemana-mana pakai masker. Dan terbiasa sampai sekarang walaupun sudah lewat dari 24 hari. ๐Ÿ˜‚

Gondongan lagi musim, nih, sekarang. Karena itu, jaga kesehatan kalian ya, Teman-teman. Jangan ikut-ikutan tertular karena kalo sudah tertular, maka kalian harus dikarantina paling nggak sebulan lamanya. Wuih…


Memperpanjang SIM Beda Kota lewat Mobil SIM Keliling

6 Maret 2018

2018 benar-benar tahun spesial buatku. Selain ada banyak kejadian hebat, tahun ini juga SIM C-ku habis masa berlakunya. SIM C-ku ini terbitan Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, apa bisa aku perpanjang di Jakarta?

SIM C pertamaku terbit tahun 1997. Waktu itu umurku baru 13 tahun. Ya, dulu aku “nembak umur” untuk dapat SIM. Bukan hal yang bisa dibanggakan. Hanya saja, kenyataannya demikianlah. ๐Ÿ˜‘

Setelah usiaku lewat dari 17 tahun, dan SIM pertamaku mati, aku mengambil SIM C dengan prosedur resmi. Usiaku 19 tahun waktu itu, tahun 2003. Aku mengikuti tes teori dan praktik sesuai aturan, bayarpun sesuai aturan, gak pakai calo atau joki. *ini baru bangga!!! ๐Ÿ˜„

SIM C resmi pertamaku tadi diterbitkan di Kota Sumenep, Jawa Timur.

Setelah aku lulus kuliah dan bekerja di Kementerian Keuangan, aku (minta) ditempatkan di kampung halamanku, Banjarmasin. Maka ketika SIM C resmi pertamaku ini habis masa berlakunya, posisiku sedang ada di Banjarmasin.

Aku sempat mencari tahu, bagaimana cara memperpanjang SIM Jawa Timur di Kalimantan Selatan. Ternyata tidak bisa dan harus membuat SIM baru. Baiklah, aku pun mengikuti semua prosedur resmi pembuatan SIM C baru. Tahun 2008 SIM C resmi keduaku terbit.

Kemudian aku menikah dan ikut suamiku ke kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Kami tinggal di sana selama sekitar empat tahun, dan SIM C milikku yang diterbitkan di Banjarmasin habis masa berlakunya saat aku di Pangkalpinang. Tahun 2013, aku harus memperbarui SIM C-ku. SIM terbitan Kalimantan Selatan diperpanjang di Kepulauan Bangka Belitung? Bisa, hanya saja aku harus ke Banjarmasin dan minta surat pindah atas berkasku, sehingga berkasku dikirim ke Pangkalpinang. Bayanganku saat itu cuma… R-I-B-E-T!!!! Akhirnya aku memilih membuat SIM C baru dengan mengikuti segala macam tes sesuai prosedur.

Tahun 2013 pula aku pindah mengikuti suami (lagi) ke Jakarta. Kupikir kami tak akan lama di sini, ternyata sampai SIM habis masa berlakunya, kami masih saja di Jakarta ๐Ÿ™‚ Masa iya aku harus membuat SIM baru di Jakarta? Gak kebayang ribetnya deh.

Ternyata ada banyak perubahan yang terjadi dalam lima tahun. Bukan hanya presiden dan gubernur yang ganti, sistem pembuatan SIM pun mengalami perbaikan. Sekarang memperpanjang SIM bisa di mana saja! Jadi tahun ini aku tak perlu membuat SIM baru. Horeeee!!!!

Kebetulan sekali, di dekat rumahku ada mobil SIM keliling yang parkir di Dealer Honda di seberang Rumah Sakit Budhi Asih. Aku pun ke sana untuk memperpanjang SIM C-ku. Kalau ingin tahu, jadwal dan tempat Simling (SIM Keliling) di Jakarta tuh di mana saja, coba buka link ini ya.

SIM Keliling di Dewi Sartika dimulai pukul 08.00 sampai formulir habis. Dari hari Senin sampai hari sabtu. Ada 150 formulir disediakan setiap hari. Rata-rata formulir habis sekitar pukul 11.00-12.00 siang. Cukup siapkan SIM lama kita ditambah 2 lembar fotokopi KTP, minta formulir, isi dengan benar, dan kumpulkan ke petugas jaga. Tunggu nama kita dipanggil, dan SIM jadi.

Begitu sampai di lokasi simling, aku langsung meminta formulir. Karena aku tidak membawa fotokopi KTP, aku minta tolong petugas di sana untuk memfotokopikan KTP-ku. Aku membayar Rp3.000,00 untuk 2 lembar fotokopi KTP. Kemudian berkasku masuk mobil untuk antre diproses.

Proses pembuatan SIM-nya sih cepat, nunggu antreannya yang lama. Hahaha. Aku tiba di lokasi simling pukul setengah 10 pagi, dan baru dipanggil masuk mobil untuk proses pembuatan SIM pada pukul 12 siang huehehe. Selama menunggu, aku sudah jajan sebotol air mineral seharga Rp4.000,00, semangkuk bakso seharga Rp14.000,00, dan sebotol Estee dingin seharga Rp6.000,00 ๐Ÿ˜€

Setelah namaku dipanggil, aku masuk mobil SIM. Pertama aku diperiksa dengan tes buta warna oleh bu dokter, kemudian diperkenankan membayar Rp25.000,00 untuk biaya cek kesehatan, dan Rp30.000,00 untuk asuransi.

Baru kali ini aku membaca dengan saksama polis asuransi SIM ini. Ternyata hanya berlaku jika kita mengalami kecelakaan saat kita mengemudi. Oalah…

Santunannya sebesar Rp2.000.000,00 bila meninggal dunia, Rp2.000.000,00 bila cacat tetap, dan Rp200.000,00 bila harus dirawat di rumah sakit. Tidak jelas 200ribu itu total semua santunan atau santunan perhari saja.

Setelah itu, aku diminta duduk di depan kamera untuk difoto, diambil sidik jarinya, dan tanda tangan. Tidak sampai 2 menit, SIM sudah jadi. Aku diperkenankan membayar Rp75.000,00 untuk pembuatan SIM ini. Kemudian, setelah SIM jadi, SIM tersebut diserahkan kepadaku, lalu ada petugas jaga yang menjual semacam laminating kartu, hm… antigores kartu gitu lah… harganya Rp15.000,00 sepasang.

Itu gambar SIM fotonya sengaja disembunyikan. Karena semanis apapun diriku, foto di SIM dan KTP gak pernah bagus! Hikshiks…

Jadi, biaya yang harus disediakan untuk mengurus perpanjangan SIM C di Mobil Simling adalah:

Rp25.000 untuk biaya cek kesehatan

Rp30.000 untuk asuransi

Rp75.000 untuk biaya pembuatan SIM (ini diakui negara dan masuk PNBP ya)

Rp15.000 untuk laminating SIM

Rp24.000 untuk jajan ๐Ÿ˜€

Sekarang, masa aktif SIM C-ku sudah panjang. Sampai tahun 2023. Jadi aku sudah bisa ngojekin anak lagi, deh. Nanti, entah di Indonesia bagian mana aku akan memperpanjang SIM ini di tahun 2023. ^_^

Tapi sekarang aku bisa lega, karena aku tidak perlu lagi dites untuk membuat SIM. Tinggal perpanjang saja terus. Kan sudah online. ๐Ÿ™‚


Dongeng Sebelum Tidur dan Perkembangan Bahasa si Kecil

2 Maret 2018

photo_2018-03-05_19-54-04

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah hal yang rutin saya lakukan untuk Zimam semenjak dia masih dalam kandungan. Waktu itu saya tidak berpikir terlalu jauh. Saya hanya suka dongeng, suka mendengarkan dongeng, dan suka membaca cerita dongeng. Waktu saya kecil pun, saya selalu dibacakan dongeng sebelum tidur oleh ibu atau om saya.

Dongeng yang saya bacakan kadang tidak bersumber dari buku cerita. Saya bahkan lebih sering menceritakan dongeng karangan saya sendiri. Dongeng karangan saya biasanya berbentuk fabel, dan saya sengaja memilih hewan-hewan yang dianggap tabu diucapkan sebagai tokoh utama, misalnya, monyet, anjing, babi, atau ular. Tujuan saya hanya supaya anak saya terbiasa mendengar kata-kata itu sebagai nama hewan biasa, bukan kata-kata makian.

Membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak saya ternyata sangat banyak manfaatnya. Selain menjalin kedekatan batin antara saya dan anak, saya juga bisa mengajarkannya bahasa sehari-hari. Bisa dibilang, untuk anak seusianya, anak saya memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata. Ke depannya, kebiasaan membaca dongeng ini akan menularkan kebiasaan membaca pada anak.

Kemampuan berbahasa anak saya terlihat sejak kata pertamanya keluar. Dia dengan mudah mengungkapkan apa yang dia mau melalui media verbal walaupun dia belum lancar berbicara. Kata-kata yang dia gunakan juga merupakan kata-kata yang biasa saya pakai untuk mendongeng. Misalnya, tak peduli orang-orang di sekelilingnya berkata โ€œmamโ€, anak saya akan tetap berkata โ€œmakanโ€. Tak peduli orang-orang di sekelilingnya berkata โ€œboboโ€ dan โ€œmimikโ€, anak saya tetap berkata โ€œtiduโ€ (tidur) dan โ€œminumโ€. Dan kata-kata itu bertahan sampai sekarang, sampai dia masuk usia sekolah dan akhirnya dipuji oleh guru kelasnya sebagai anak dengan bahasa paling sopan.

Perkembangan bahasa anak dapat juga distimulasi dengan cara memintanya menceritakan kembali dongeng yang sudah kita ceritakan. Dengan begitu, anak akan โ€œterpaksaโ€ memilih kata-kata yang cocok untuk bercerita, โ€œterpaksaโ€ bicara dengan struktur baik, dan โ€œterpaksaโ€ menyusun kata-kata yang baik hingga pendengar dapat memahami maksud ceritanya. Ternyata, efek dongeng sangat besar, ya.

Jadi, karena mendongeng sebelum tidur sangat besar efek baiknya terhadap perkembangan bahasa anak, yuk, mari kita lestarikan kebiasaan mendongeng bagi anak kita sebelum mereka tidur.

photo_2018-03-05_19-54-21


Memilih Lembaga Kursus Bahasa Inggris untuk Usia Dini, Bagaimana Caranya?

1 Maret 2018

Seperti Emak ketahui, saat ini kita sedang hidup di era globalisasi perdagangan bebas. Pada era ini arus informasi mengalir dengan deras tanpa bisa kita bendung atau saring.

Puluhan tahun silam, orang-orang perlu menengok ke museum atau peninggalan prasasti jika ingin mempelajari sejarah. Generasi sekarang tidak perlu melakukannya. Mereka cukup bertanya pada kakek nenek mereka jika ingin mempelajari serajah budaya. Semua itu karena perkembangan dan kemajuan yang kita alami makin lama makin memendek jaraknya.

Jika kita menengok ke sepuluh tahun yang lalu, lalu membandingkannya dengan situasi saat ini, terlihat jauh bedanya. Jadi emak bisa bayangkan, perkembangan apa yang akan dihadapi anak-anak kita sepuluh tahun yang akan datang, ya.

Dengan laju perkembangan teknologi dan informasi seperti ini, pembekalan sejak dini jelas diperlukan agar anak-anak kita mampu bertahan di dunia bebas nanti. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa internasional, bahasa Inggris. Ada banyak cara untuk membekali anak-anak kita dengan kemampuan berbahasa Inggris, salah satunya adalah mendaftarkannya ke sebuah lembaga kursus yang emak anggap bagus.

photo_2018-03-05_19-54-07

Bagaimana memilih kursus bahasa Inggris yang bagus itu?

  • Pertama, Emak harus melihat kebutuhan anak-anak. Misalnya, jika anak-anak masih berusia prasekolah, maka carilah lembaga kursus yang mengajarkan bahasa Inggris dengan metode bermain. Jangan lupa perhatikan jangka waktu belajar mereka. Terlalu lama jam belajar akan membuat anak-anak bosan. Apabila anak-anak sudah masuk usia sekolah dasar, Emak bisa memilih lembaga kursus yang fokus mengajarkan dasar-dasar grammar, vocabulary, dan structure dengan metode belajar mengajar aktif.
  • Untuk anak usia prasekolah, sebaiknya jangan menargetkan agar mereka bisa membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Jangan pula menargetkan mereka bisa berbahasa Inggris cas cis cus dengan tata bahasa yang tepat. Kecuali bila Emak memang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu di rumah. Biarkan mereka terbiasa dulu. Terbiasa mendengar orang berbicara bahasa Inggris, terbiasa meihat kata-kata dalam bahasa Inggris, dan terbiasa mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa Inggris. Untuk anak yang lebih besar, bolehlah harapan Emak lebih besar juga.
  • Tips berikutnya adalah melihat kualitas pengajar dalam lembaga tersebut. Pilihlah lembaga kursus yang memiliki guru yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Atau bahasa kerennya: Native Speaker. Kalau bisa, native speaker tersebut berambut pirang, berhidung mancung, berkulit putih ras kaukasia. Yah, bule-lah. Tujuannya, agar anak-anak terbiasa berbicara dan berinteraksi dengan orang-orang berpenampilan berbeda dengan dirinya. Sehingga tidak ada lagi sikap minder bila suatu saat mereka bertemu dengan orang-orang berkulit putih itu.
  • Jika Emak sudah memilih lembaga kursus bahasa Inggris favorit, selanjutnya lihat juga jam belajarnya. Apakah cocok dengan jam belajar anak-anak di sekolah. Karena bagaimana pun juga, masa anak-anak adalah masa bermain. Jangan sampai mereka terlalu lelah dengan jadwal kursus sehingga kehilangan kesempatan bermain mereka.
  • Bila metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, satu lagi yang harus Emak perhatikan, yaitu iuran yang harus dibayar. Biasanya lembaga kursus bahasa Inggris populer mematok harga per-term. Satu term bisa 4 bulan, 6 bulan, atau 8 bulan, tergantung tingkatannya. Harga yang dipatok di tiap term bisa berbeda. Dan biasanya bila Emak mengambil beberapa term sekaligus, Emak akan mendapatkan diskon yang lumayan. Perhatikan hal ini, karena biasanya per-term kursus bahasa Inggris di lembaga kursus ternama itu harganya jutaan rupiah. Tapi untuk buah hati tercinta, apa sih yang tidak?
  • Jika metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, dan harga per-term sudah disetujui suami, Emak bisa mulai mendaftarkan anak Emak. Pantau perkembangannya tiap waktu, dan lihat hasilnya nanti. Semoga anak-anak Emak akan punya bekal cukup untuk bersaing di era globalisasi yang makin hebat di masa yang akan datang. Happy hunting!

photo_2018-03-05_19-54-31