Dongeng Membuka Dunia

18 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #5

PhotoGrid_1560780796025

Nama Projek: Dongeng Membuka Dunia

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Pengarah Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Hari ini Abang Zi bilang tak mau menjahit. Okay, Danda paham, anak kinestetik seperti Abang Zi mana tahan duduk diam beberapa menit hanya untuk menjahit? Hehehe, karena itu Danda mengabulkan permintaan Abang untuk main projek keluarga lain. Jadi, kami memutuskan menjadikan dongeng sebagai projek keluarga hari ini.

PhotoGrid_1560515571266

~~~

Dongeng sebelum tidur sebenarnya adalah hal yang hampir tiap malam dilakukan oleh Ayah dan Danda bergantian. Jadi, setiap malam Abang Zi selalu tidur dengan dongeng sebelumnya, lalu selalu ada diskusi tentang moral cerita dongeng tersebut. Kalaupun tak ada dongeng sebelum tidur, mungkin karena jam tidur Abang Zi terlalu malam karena asik main dengan Ayah.

Malam ini, karena Ayah baru saja tiba dari kantor, Abang Zi minta Danda yang mendongeng. Cerita yang didongengkan dipilih sendiri oleh Abang Zi dari bertumpuk-tumpuk koleksi buku yang dia punya.

Kali ini Abang Zi memilih cerita Pahlawan Islam Sa’ad bin Abi Waqqash Sang Penakluk Pasukan Persia sebagai cerita dongengnya.

DSC_0968-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – perbendaharaan kata Abang Zi bertambah dengan dongeng);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi dan memotivasi diri – dengan contoh hebat Pahlawan Islam zaman dahulu, Abang Zi dapat memetik pelajaran dari kehidupan mereka);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan, keadilan, dan kebenaran);
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (belajar menjadi climber)

Alhamdulillah, dengan rutin mendengarkan dongeng, Abang Zi dengan  mudah belajar hal baik.

PicsArt_06-14-07.37.37

#hari5
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Belajar Menjahit (Bagian 2)

17 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #4

PhotoGrid_1560674103960

Nama Projek: Belajar Menjahit

Pimpinan Projek: Abang Zimam anak Ayah dan Danda

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih sama dengan Bagian 1, mengajarkan dan membiasakan Abang Zi dengan benang, jarum, dan alat jahit lainnya. Sekarang tantangan ditingkatkan. Jika kemarin Abang Zi memakai jarum dan benang rajut untuk menjahit (yang lubang jarumnya besar dan benangnya agak kaku), hari ini Abang Zi memakai benang dan jarum sungguhan (lubang jarum lebih kecil, dan benang yang lebih lembut).

PhotoGrid_1560612096668

~~~

Masih dengan sekardus Projek Main Bareng Keluarga dari @beebikinan, kali ini Abang Zi mencoba mengerjakan projek kedua, “Sewing Cow Hand Puppet” alias menjahit boneka tangan berbentuk sapi.

Hal tersulit dalam menjahit ini rupanya adalah “memasukkan benang ke lubang jarum” karena Abang Zi memakai jarum jahit sungguhan yang lubangnya memang relatif kecil (padahal Danda sengaja menukar jarum dari beebikinan dengan jarum jahit koleksi Danda yang lubangnya lebih besar).

DSC_0976-01

Setelah beberapa kali mencoba (dan beberapa kali diberi arahan), akhirnya itu benang nyembul juga ke lubang jarum. Si Abang bahagia sekali kelihatannya. Kemudian dia pun mulai menjahit. Danda mengajarkan teknih jahit jelujur pada Abang Zi. Sebagai pemula, jelujur cukup lah.

Setelah satu corak berhasil dijahit, Abang Zi kelelahan dan meminta sisanya dilanjutkan esok. Melihat usaha kerasnya, terutama saat memasukkan benang ke lubang jarum, Danda setuju projek ini dilanjutkan esok.

Padahal rencananya projek ini menjadi projek sehari atau oneday project, eh, malah jadi multidays project, hahaha. Kalau dilihat, ada 4 corak di boneka sapi ini, jadi projek ini bisa jadi projek 7 hari (plus memasang mulut sapi, telinga dan tanduk sapi, serta badan sapi), bagus deh, Danda jadi tak akan kekurangan ide dalam Game Level 3 ini, hehehe.

DSC_0978-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan: (sama dengan kemarin, jadi Danda hanya menulis intinya saja, ya)

    • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial);
    • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri);
    • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
    • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar untuk jadi seorang climber)

Alhamdulillah, Abang Zi merasa tertantang untuk menyelesaikan projek ini.

PicsArt_06-16-03.37.32

#hari4
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Belajar Menjahit

16 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #3

PhotoGrid_1560612182507

Nama Projek: Belajar Menjahit

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Abang Zi belum terbukti bisa menjahit. Sebenarnya ini karena Danda Zimam jarang menjahit, sih. Padahal menjahit adalah salah satu kegiatan yang melatiih motorik halus anak. Walau Abang Zi sudah bukan balita lagi, dan motorik halusnya makin membaik seiring waktu, tak ada salahnya mengajarkannya menjahit untuk menambah keterampilannya.

PhotoGrid_1560612096668

~~~

Di rumah ada satu hadiah yang belum dibuka. Yaitu Sekardus Projek Main Bareng Keluarga dari @beebikinan yang didapat Abang Zi saat mengikuti acara Playdate Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah. Isinya ada 3 kegiatan menjahit dasar (bisa dilihat di sini). Hari ini, Danda buka kardusnya, dan membiarkan Abang Zi memilih, kegiatan mana yang akan ia lakukan duluan.

Abang Zi memilih kegiatan Sewing Cards duluan. Okay.

Danda memberi contoh sekali saja, cara memasukkan benang ke lubang jarum dan mengikat ujung benang terbuka. Kemudian Abang Zi mencobanya. “Ternyata memasukkan benang ke dalam jarum itu susah, ya. Pantesan Ayah sama Danda gak bisa-bisa,” katanya sambil berusaha memasukkan benang “mbrudul” ke dalam lubang jarum.

Danda pun memberi petunjuk untuk merapikan ujung benang terlebih dulu sebelum memasukkannya ke dalam lubang. Dan dia pun berhasil.

Pola jahitan Abang Zi tidak seperti di petunjuk yang diberikan Beebikinan di dalam kardus. Tapi memang itulah tujuan Danda dan Ayah. Biarkan Abang Zi berkreasi dengan bentuk pola jahitannya.

Satu hal yang penting adalah, kegiatan ini harus dilakukan sampai selesai. Jadi, antara tega gak tega, ketika Danda berpesan, “nanti dilanjutin lagi, ya!” saat Abang Zi jeda menjahit untuk makan es krim dan salat zuhur. Hehehe.

_20190615_114512-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial – kemampuan menciptakan bentuk 2 atau 3 dimensi dalam berkreasi);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri – Abang Zi berhasil mengatasi rasa bosan (iya, dia gampang bosan) dan menyelesaikan tugas menjahit hingga selesai);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar untuk jadi seorang climber)

Alhamdulillah, Abang Zi selesai mengerjakan kegiatan menjahit Sewing Cards ini. Dia pun membereskan sisa peralatan yang tidak terpakai untuk kegiatan menjahit berikutnya sambil bercerita, apa saja pesan dan cerita di balik pola jahitan yang dia buat.

PicsArt_06-15-10.20.20

#hari3
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Mari Kita Penasaran

15 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #2

PhotoGrid_1560515442095

Nama Projek: Mari Kita Penasaran

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Narasumber: Ayah Zimam

Moderator: Danda Zimam

Gagasan: Abang Zi adalah anak yang selalu ingin tahu. Kenapa sih bisa begini? Kenapa sih bisa begitu? Ayah dan Danda ternyata adalah google parents. Kalau ditanya, pasti bisa jawab dengan baik. Kenapa Abang Zi gak tanya Ayah dan Danda saja, kalau ada pertanyaan sulit? 🙂

PhotoGrid_1560529132448

~~~

Hari ini Abang Zi pulang dari rumah Acil dijemput Ayah. Sesampainya di rumah, Ayah mengajak kami makan malam bersama di restoran seafood favorit di wilayah Margonda, Depok. Kami pun makan malam di sana.

Setelah menu kerang yang digelar di meja, habis disantap, sambil menunggu bill dibayar, Abang Zi pun mulai mengajukan berbagai pertanyaan yang memenuhi kepalanya.

“Kenapa dinosaurus punah?”

Ayah pun menjawab dengan 4 teori kepunahan dinosaurus. Teori Ice Age, Teori Meteorit, Teori Seleksi Alam, dan Teori Evolusi.

Dari 4 teori itu, Abang Zi pun bertanya tentang manusia di zaman lampau. Berapa tingginya, selama apa mereka hidup di dunia, kenapa Nabi Nuh tercatat hidup lebih dari seribu tahun, kenapa pintu di kota tua petra itu tinggi-tinggi. Dan Ayah pun menjawab dengan baik, dengan teori-teori juga. Kenapa hanya teori? Karena tak ada satu manusia pun yang masih hidup dan menjadi saksi sejarah semua kejadian itu.

Pertanyaan pun bergulir, apakah malaikat tahu semuanya?

Ya, malaikat tahu kejadian di masa lampau, namun tidak tahu kejadian di masa yang akan datang.

Dan ketika Abang Zi bertanya tentang hal gaib, Ayah pun menjawab, “Memangnya kalau Abang tahu semua itu, mau diapain?”

“Gak kenapa-kenapa, penasaran saja.” Jawab Abang Zi.

“Penasaran itu bagus, selama bermanfaat. Andai Thomas Alva Edison, – Abang tahu siapa dia? – tidak penasaran dan menemukan lampu, mungkin kita masih pakai lilin di malam hari, Bang.” Kata Ayah.

Pertanyaan pun berbelok menjadi pertanyaan ilmiah lainnya. Siapa penemu pesawat, siapa penemu mesin, kenapa mereka menemukannya, apa yang mereka dapat setelah menemukan penemuan tersebut, dan lain-lain.

Seru sekali memperhatikan percakapan Ayah dan Abang Zi. Ketika dia bertanya tentang segalanya, karena dia tahu, orang tuanya pasti bisa menjawab dengan baik, dan jujur.

AR_EFFECT_20190614230628-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik dan kecerdasan logika-matematika – Abang Zi belajar menyusun kata-kata yang tepat agar pertanyaan dipahami, serta mengolah jawaban dalam logika berpikirnya)
  • Kecerdasan emosional (Kemampuan memotivasi diri dan keterampilan sosial – Abang Zi memotivasi dirinya untuk selalu bertanya bila tak paham sesuatu dan menjalin hubungan baik dengan ayah selama proses tanya jawab)
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – penasaran yang bermanfaat itu baik dan cerdas)
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar menjadi climbers)

InsyaAllah Abang Zi akan terus bertanya dan mencari tahu semua hak yang belum dia pahami.

PicsArt_06-14-11.37.36

#hari2
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Cara Baik Memulai Hari

14 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #1

PhotoGrid_1560388218431

Nama Projek: Cara Baik Memulai Hari

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam (semua dilakukan atas persetujuan beliau).

Gagasan: Menurut riset kecil yang Danda lakukan, waktu terbaik mengonsumsi buah-buahan adalah sebelum makan berat dan di pagi hari saat perut kosong. Karena itu, gagasan projek hari pertama ini adalah memulai hari dengan makanan baik, yaitu buah-buahan.

PhotoGrid_1560466374805

~~~

Hari ini Abang Zi ikut Nini menginap di rumah Acilnya (adik perempuan Danda). Oh iya, lebaran tahun ini Nini Zi datang ke Jakarta dan kami berlebaran bersama di ibukota. Nah, berhubung di rumah cuma ada Ayah dan Danda, dan Game Level 3 segera dimulai sementara Danda tak mau menyia-nyiakan waktu untuk ikut game (biar dapat Badge OP lagi hihihi), akhirnya Danda mengajak Ayah untuk melakukan projek hari ini.

Judulnya “meningkatkan kecerdasan anak”, kok anaknya gak terlibat?

Ide selanjutnya saat Danda dan Ayah melakukan projek ini adalah “anak yang cerdas dilahirkan oleh orang tua yang cerdas”. Kami sebagai orang tua harus cerdas dulu, supaya bisa mencerdaskan anak kami, Abang Zi. Karena itulah, di hari pertama ini, projek keluarga dalam tantangan game level 3 dilakukan oleh kami berdua.

Tantangan hari ini cukup sederhana. Hanya memulai hari dengan mengonsumsi buah-buahan. Namun bagi keluarga kami, itu suatu hal yang jarang terjadi di hari kerja. Kami berdua jarang sarapan di rumah. Hampir selalu sarapan di kantor. Dan godaan untuk sarapan dengan berbagai menu sarapan Nusantara itu lebih besar bila kami sarapan di kantor. Karena itu, ini sebuah tantangan bagi Ayah dan Danda, untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan di rumah. 🙂

DSC_0963-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika – Ayah dan Danda menghitung dan memilih kalori yang masuk di pagi hari)
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri – Ayah dan Danda mampu memotivasi diri sendiri untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan)
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – Ayah dan Danda memahami bahwa mengonsumsi buah-buahan di pagi hari adalah sebuah hal yang baik untuk dilakukan)
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (climbers – Ayah dan Danda melatih diri menjadi individu bertipe climbers)

Jika pemilihan kecerdasan ini terasa agak memaksa, wajar. Seperti yang dibilang oleh para ahli:

Screenshot_20190612-040008-01

Jadi, tak apa memilih satu atau dua kecerdasan yang terlibat, karena sejatinya seluruh kecerdasan sedang dilatih dan ditingkatkan di sini. ^_^

PicsArt_06-13-10.39.17

#hari1
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Game Level #3 Meningkatkan Kecerdasan Anak

13 Juni 2019

PhotoGrid_1560376261979

Setelah (sekali lagi) mendapatkan badge Outstanding Performance karena mengerjakan 15 tantangan dalam 17 hari pada game sebelumnya, dan setelah berleha-leha libur Ramadan dan lebaran, maka saatnya kami kembali ke kelas. Melaksanakan tantangan berikutnya pada Game Level #3: Meningkatkan Kecerdasan Anak.

Screenshot_20190612-035938-01

Materi pada Game Level #3 ini “dalem” banget, dah. Kami diajak untuk membentuk individu yang sukses dan bahagia. Apa itu sukses? Apa itu bahagia?

Screenshot_20190612-040530-01

Sukses, menurut KBBI Edisi V adalah berhasil, beruntung.

Screenshot_20190612-040543-01

Sedangkan Bahagia menurut KBBI Edisi V adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Menurut D. Paul Relly, dalam bukunya “Success is Simple”, sukses didefinisikan sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga.

Bahagia sendiri, menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya “Authentic Happiness”, dibagi menjadi 3 kategori:

  1. Hidup yang penuh kesenangan (pleasant life) – kebahagiaan yang lebih bersifat material;
  2. Hidup nyaman (good life) – kebahagiaan yang lebih bersifat mental; dan
  3. Hidup bermakna (meaningful life) – kebahagiaan yang lebih bersifat spiritual.

Yang manapun yang jadi tujuan kita, untuk mencapai kategori HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA, kita perlu memiliki berbagai KECERDASAN HIDUP.

Screenshot_20190612-040024-01

Kecerdasan dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotinent/IQ);
  2. Kecerdasan Emosional (Emotional Intellegence/EI);
  3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intellenece/SI); dan
  4. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Intellegence /AI).

Screenshot_20190612-040008-01

Kecerdasan Intelektual (IQ)

Screenshot_20190612-040621-01

Kecerdasan Intelektual terdiri dari 9 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan bahasa (linguistic);
  2. Kecerdasan musik (musical);
  3. Kecerdasan logika-matematika (logical-mathematical);
  4. Kecerdasan spasial (spatial);
  5. Kecerdasan kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic);
  6. Kecerdasan intrapersonal;
  7. Kecerdasan interpersonal;
  8. Kecerdasan naturalis; dan
  9. Kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan Emosional (EI)

Screenshot_20190612-040614-01

Komponen dasar kecerdasan emosional adalah:

  1. Kemampuan mengenali emosi diri sendiri (kesadaran diri);
  2. Kemampuan mengenali emosi;
  3. Kemampuan memotivasi diri sendiri;
  4. Kemampuan mengenali emosi orang lain (empati); dan
  5. Kemampuan membina hubungan dengan orang lain (keterampilan sosial).

Kecerdasan Spiritual (SI)

Screenshot_20190612-040628-01

Dari hasil penelitian seorang ahli syaraf, V.S. Ramachandran, pada tahun 1977, terdapat God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiritual centre) yang terletak antara jaringan syaraf dan otak.

dari spiritual centre ini menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bisa dibandingkan dengan panca indera.

Ada 3 prinsip dalam kecerdasan spiritual, yaitu:

  1. Prinsip kebenaran;
  2. Prinsip keadilan; dan
  3. Prinsip kebaikan.

Kecerdasan menghadapi tantangan (Adversity Intellegence)

kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.

Menurut Stoltz, ada 3 tipe kecerdasan ini, yaitu:

  1. Quitters – kemampuan seseorang yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur, dan berhenti bila menghadapi kesulitan;
  2. Campers – kemampuan seseorang yang pernah mencoba menyelesaikan suatu kesulitan, atau sedikit berani menghadapi tantangan, tetapi tidak berani menghadapi risiko secara tuntas; dan
  3. Climbers – sebutan untuk orang yang seumur hidup selalu menghadapi kesulitan sebagai suatu tantangan dan terus berusaha untuk menyelesikan hambatan tersebut sehingga mencapai suatu keberhasilan.

Manusia tidak dilahirkan menjadi Quitters, Campers, atau Climbers. Manusia dibentuk untuk itu.

TANTANGAN GAME LEVEL #3

Dari keempat kecerdasan di atas, dalam game ini, kami ditantang untuk membuat suatu projek keluarga (Family Project), yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak, dan keluarga, demi meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP

#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Konsistensi, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #2

17 Mei 2019

Game Level #2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Aliran Rasa

PhotoGrid_1558017037522

Alhamdulillah, sudah 17 hari berlalu sejak tantangan Game Level #2 ini digulirkan. Selama itu pulang, Danda, Ayah, dan Abang Zi banyak belajar dalam hal melatih kemandirian, baik kemandirian Abang Zi, maupun kemandirian Ayah dan Danda.

Dalam game ini, Danda dan Ayah sepakat fokus pada 4 kemandirian yang sebenarnya sudah dikuasai Abang Zi, namun kami mencoba agar lebih fokus. Kemandirian tersebut adalah memakai tali sepatu sendiri, menyiapkan makanan sendiri, menyambut bulan Ramadan, dan menyiapkan kebutuhan pribadi. Dan keempat keahlian tersebut menunjukkan kurva yang menaik setiap harinya. Alhamdulillah.

DSC_0889-01

Sebagai orang tua, kami sadar, KONSISTENSI adalah kunci keberhasilan dalam melatih kemandirian anak. Seberapa besar konsistensi dan “rasa tega” kita sebagai orang tua menentukan seberapa besar keberhasilan dalam pelatihan kemandirian ini.

Akhir kata, terima kasih pada Tim Bunda Sayang, yang telah merumuskan suatu game menantang dan membangun, yang membuat kami belajar lagi menjadi sabar dan konsisten dalam melatih kemandirian anak. InsyaAllah, game selanjutnya, kami berkembang lebih baik lagi, aamiin.

#AliranRasaMelatihKemandirian
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
#institutibuprofesional

PS: Ingin membaca Game Level #2 Danda secara keseluruhan? Klik tautan di bawah, ya.

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/26/tolong-tuangkan-air-minum-donk/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/27/ikat-yang-kencang-dan-berlarilah/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/28/mari-membantu-nenek-_/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/29/kemandirian-untuk-bertahan-hidup/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/30/persiapan-berangkat-sekolah-sendiri/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/01/sebuah-latihan-kemandirian-lainnya/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/02/i-am-a-celebrity-you-know-_/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/03/mandiri-bersama/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/04/pemasak/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/05/marhaban-ya-ramadhan/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/06/menghias-kamar/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/07/mari-berpuasa/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/08/kuat-puasa/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/09/apa-menu-buka-puasa-kita-hari-ini/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/10/takjil-on-the-road/

Alhamdulillah, Game Level #2 Melatih Kemandirian, Selesai ^_^