Lomba Mewarnai McD Otista 2016

17 November 2016

Lomba mewarnai mungkin merupakan hal biasa, ya.. tapi, secara ini adalah lomba mewarnai YANG MAU diikuti #AbangZimam, ini berubah jadi sesuatu yang istimewa buat Danda hihihi.

Sebagai informasi, sebelumnya Zimam gak pernah mau kalau disuruh ikut lomba mewarnai. Banyak banget alasannya! Yang masih keluar garis lah, yang gak suka lah, dan lain-lain. Makanya pas ada pengumuman lomba mewarnai, saya tawarkan dulu, ternyata hampir semua temannya ikut ya, dia juga ikutan hihi…

So far anaknya kelihatan hepi. Emaknya yang kepanasan hihi…

Akhirnya Zimam mau juga ikut lomba mewarnai…


Melanglang Jakarta dengan Transjakarta

16 November 2016

Kemarin, Selasa, 15 November 2016, saya bikin janji sama Kak Rani, dokter kulit yang juga kakak kelas saya. Dia praktik di Rawa Belong, sedang saya berkantor di Otista.

PR loh buat saya, nentuin mau naik apa ke sana? Secara Jakarta lagi macet-macetnya beberapa hari terakhir ini. Sejak musim hujan, pembangunan gorong-gorong di mana-mana, macet jadi 2x lipat!

Mau naik taksi online seperti uber, grab, atau gocar…. udahlah jauh dan mahal, dah pasti macet pula! Mau naik ojek online, pas ngecek harganya 28.000 wow! Artinya jauh donk? Mana kuat sejauh itu membonceng motor?

Akhirnya saya putuskan untuk naik busway alias transjakarta. Masalahnya… saya gak tau harus turun di mana?

Dari google saya menemukan bahwa TJ ke dekat rawa belong itu transit di Harmoni Central Busway. Baiklah! Kita ke HCB dulu!

Sesampainya di HCB, tanya-tanya donk sama petugas di sana. Kebetulan, ada bis yang siap berangkat, rute Harmoni-Lebak Bulus. Saya diarahkan naik bis itu dan turun di halte RS Medika.

Langsung percaya? Sayanya nggak hihihi… saya cek dulu di google, bahkan aplikasi gojek, apa benar RS Medika dekat dengan Rawa Belong? Ternyata ongkos gojeknya 2.000 rupiah, berarti dekat tuh! Hihihi.. baik, kita berangkat!

Ternyata haltenya jauuuuhhh hikshiks..

Oya, saya melewati Halte Busway Jelambar, halte terdekat dengan Kantor Cabang Oriflame Daan Mogot. Cuma 2 halte apa ya, dari Harmoni. Waduh, dulu saya ke sana naik yang ke arah Grogol, pantesan jauh. Besok-besok kalau mau ke Kancab Daan Mogot naik busway, naiknya yang Harmoni-Lebak Bulus aja deh!

Turun di Halte RS Medika, saya naik gojek. Dari Pak Gojek saya dapat info, lebih dekat kalau turun di halte Kelapa Dua Sasak timbang RS Medika. Memang, sebelum sampai di halte RS Medika, bis melewati halte Kelapa Dua Sasak.

Setelah menyelesaikan treatment dengan Kak Rani, saya pun memanggil gojek dengan aplikasi go-busway. Saya pilih halte Kelapa Dua Sasak, seperti saran Pak Gojek yang mengantar saya tadi. Permintaan saya diterima oleh Pak Gojek yang lagi berhenti di sebelah klinik.

Pas bilang kalau saya mau ke Otista lewat HCB, Pak Gojek menyarankan saya naik bis di Taman Anggrek saja. Baiklah, saya ikuti saran si Bapak. Saya pun diantar ke halte busway di depan Mal Taman Anggrek. Makasih ya Pak Driver, mau nganter saya..

Pas saya masuk halte, bis ke arah Harmoni datang. Saya pun naik. Ternyata bis ini jurusan Harmoni-Grogol! Bis yang dulu saya naiki waktu mau ke Kancab Oriflame Daan Mogot. Daaannn… dekat banget sodara-sodara! Gak sampai setengah jam sudah sampai di HCB.

Alhamdulillah, pas saya turun dari bis, bis yang mau ke PGC siap berangkat. Langsung deh saya hop in alias naik bisnya. Berdiri sebentar, terus dapat tempat duduk pas di halte Salemba UI. Alhamdulillah…

Saya orang Jakarta Timur. Mainnya palingan ke Jakarta Pusat (Senen, Atrium, Monas, TIM), Jakarta Selatan (Tebet, Kokas, Sudirman, Blok M), atau Jakarta Timur itu sendiri. Wilayah Jakarta Barat dan Utara sama sekali asing buat saya. Makanya, pas saya bisa muter-muter pakai busway, seneng banget hihihi…

Jujur saja, saya merasa aman naik busway. Paling tidak, kalau saya nyasar, saya nyasarnya di dalam halte, nanti tinggal naik bis berlawanan ^_^

Sekarang sudah tahu dooonk… rute busway mana yang bisa dipakai kalau pergi ke rawa belomg atau daan mogot.. hihihi…


Selamat Ulang Tahun ke-6 Abang Zimam

13 November 2016

It’s a late post ^_^

Alhamdulillah, Abang Zimam berusia 6 tahun di 30 Oktober 2016 kemarin. Dan sebagai hadiah ulang tahun, dia minta ulang tahunnya dirayakan, mengundang teman-teman dan badut.

Akhirnya kami merayakan ulang tahun ke-6 Zimam di sekolahnya, tanggal 4 November 2016, dengan pertimbangan, ayahnya bisa datang. Maklum, Ayahnya Zimam kan masih kuliah di jogja, jadi pulang tiap 2 minggu. Jadi ya bisanya kalo gak hari Jumat, ya Senin. Kita pilih hari Jumat.

Untuk event organizer, kami memilih KFC. Nanti aku akan tulis deh pertimbangan kenapa memilih KFC sebagai EO di ulang tahun Zimam.

Kue ulang tahun, pesan di teman. Spesial, karena Zimam belum bisa mengonsumsi gluten dengan bebas. Tapi habis itu aku menyesal. Karena si Zimam cuma makan kue ultahnya seuprit, sisanya aku yang makan T_T Aturan pilihnya tuh kue non-fat! Hikshiks…

Alhamdulillah, acara berlangsung lancar walau agak telat dari jadwal karena pihak KFC-nya salah ambil rute hihi.. maafkan, ini sebagian salah kami juga..


Dan seperti yang kita duga sebelumnya, Zimam memang nungguin acara buka kadonya 😁

Terima kasih buat semua pihak yang sudah membantu kelancaran pesta Abang Zimam. Semoga Zimam tumbuh jadi anak yang shalih, dan kuat serta bermanfaat bagi lingkungannya aamiin..

Oya, as usual, kalo anak minta sesuatu, pasti kami akan meminta balik, kompensasi apa yang bisa dia berikan pada orang tuanya. Dan sebagai kompensasi atas perayaan ulang tahunnya, Zimam berjanji akan tidur di kamarnya sendiri.

We’ll see… ♡♡♡


Cerita Hujan

12 Oktober 2016

Beberapa hari yang lalu, aku mencoba mempraktikkan apa yang sudah jadi trending topic di grup ladies angkatanku pas SMA. #kidsactivity judulnya. Beberapa teman dapat inspirasi dari pinterest, dan membagikannya ke grup. Aku juga punya loh pinterest, tapi jarang cari inspirasi di sana *tutupmuka*😀

Kali ini aku mengajak anakku, #AbangZimam, untuk bermain “Cerita Hujan”. Kegiatan ini dilakukan bada isya. Supaya dia tidak minta main keluar sama teman-temannya. Malam itu dingin, bung! Hahaha!

Bahannya simpel, caranya gampang. Kamu bisa mempraktikkannya juga di rumah, main sama anak-anakmu.

Bahan: plastik klip, cari yang agak besar supaya kita bisa leluasa menggambar; spidol permanen yang buat nulis presentasi di OHP (iye jadul banget yak, haha, apa itu namanya, yang ada tulisan F-nya); pewarna makanan biru, dikit aja biar airnya tetap bening; air, cukup dari kran.

Gambar plastik klip seperti gambar di atas, lalu isi air sebatas “akar pohon”.

Cara main: duduk berhadapan sama anak, gunakan alat penunjuk (aku pakai bolpen permanen itu, dipasang tutupnya), lalu ceritakan siklus hujan sambil nunjuk-nunjuk gambar.

Jangan lupa, minta anak menceritakan kembali apa yang sudah kita ceritakan. Dan sisipkan fakta unik.

Misalnya: hujan yang kemarin turun pas Abang Zimam pulang sekolah itu, penguapannya terjadi di jaman dinosaurus, loh…

Atau, air sebagian diminum sama pohon, makanya kita harus menjaga pohon, jangan ditebang sembarangan. Kalo pohon gak ada, nanti gak ada yang minum sebagian air hujan ini… nanti jadi banjir, donk..

Juga, fakta bahwa air selalu mencari tempat yang lebih rendah, dan air selalu berusaha agar permukaannya rata.

Yes, ini praktikum IPA ala anak TK! Hehehe..

Alhamdulillah, besoknya anakku bisa cerita ke teman-temannya tentang cerita hujan ini. Dan dia paham, ke mana larinya air di bumi ini.

Silakan kalau dicoba ^_~


Pulang Kampung alias Mudik

23 Juli 2016

Menunggu pesawat menuju Bukittinggi

Alhamdulillah, lebaran tahun ini kami berkesempatan pulang kampung ke kampung Ayahnya Zee, Bukittinggi.

Naik pesawat Citilink [Citilink, bukan sitilink. Kan pake C bukan S. (Zimam, 2016)]. Alhamdulillah, selama perjalanan, Zee baik-baik saja. Dan mungkin ini pengalaman pertama yang diingatnya, jadi dia sangat bersemangat di jalan. Walaupun di udara tetap saja tidur huehehe.

Banyak yang kami lakukan selama di Bukittinggi. Jalan-jalan, makan-makan, alhamdulillah..

Sampai pulang balik ke Jakarta, setelah 2 minggu liburan, banyak kesan baik yang kami bawa.

Nunggu Citilink lagi


Open Live Writer

3 Juni 2016

Halo semuanya…

Ini adalah postingan pertama saya menggunakan aplikasi Open Live Writer.

Selama ini saya terbiasa posting di Catatan Harian Yeptirani dengan Windows Live Writer. Itu saat laptop saya masih pakai Windows XP. Sekarang sudah di-upgrade ke Windows 7, WLW-nya hilang. Hahaha.

Setelah cari-cari ke sana ke sini, ketemu juga sama OLW ini.

Semoga cocok deh ya.

Atau, teman-teman ada informasi, aplikasi apa lagi yang lebih enak dipakai untuk blogging selain OLW? Kasih tau saya, ya! ^_^

jalan-jalan di ufo


Janganlah Kamu Marah, Maka Surga Bagimu

5 November 2015

Hari ini saya dapat ilmu baru lagi dari #AbangZimam. Mungkin bukan ilmu baru banget, mungkin semacam reminder, lah.

Jadi tadi sore kepala saya sudah agak melegak-legak karena kesal. Zee lambat banget pake jaketnya, padahal kami sudah mau berangkat ke Kancab Oriflame Rawamangun. Mending kalo lambat karena gak bisa pake jaket sendiri, lah dia pake jaket sambil nonton Pocoyo hahaha…

Kemudian di tengah-tengah kesalnya saya, Zee bilang hari ini dia dapat doa baru.
”Abang Zimam hari ini dapat doa baru, Danda. Doa larangan marah! La takdop walakal jannah. Janganlah kamu marah maka surga bagimu.” (dengan gaya pantun anak TK)

Saya terkesiap, diingatkan sama anak umur 5 tahun booo!!!

Langsung saja saya berkata, “wah, bagus banget doanya, Bang. Nanti kalau Danda atau Ayah marah, Abang bacain doa itu, ya Sayang!” Saya pun memeluk dia.
Saya gak sempet marah, makanya gak adegan minta maaf (hihihi).

Wah, hidayah datang dari sumber mana saja yang tidak kita sangka-sangka. Selama kita cepat tanggap merengkuh hidayah itu, insyaAllah hidup kita bahagia selamanya, kok😀

Saya pun menggugel hadits yang disebutkan Zee, dan inilah hadits aslinya:

لا تغضب ولك الجنة

“Laa taghdlob walakal jannah”
— tidak marah maka bagimu surga
(di sekolah Zee artinya diganti dikit, jadi Janganlah kamu marah maka surga bagimu, dengan lagu pantun anak TK)